Home Mikro Di 49 Tahun, Kospin JASA Permudah Anggotanya Jadi UMKM Go Digital

Di 49 Tahun, Kospin JASA Permudah Anggotanya Jadi UMKM Go Digital

Jakarta, Gatra.com- Kospin (Koperasi Simpan Pinjam) JASA memberikan kemudahan kepada para anggota dengan membantu mereka go digital sehingga mampu bangkit menjadi sarana penggerak roda perekonomian UMKM Tanah Air.

“Kospin JASA selalu berinovasi agar dapat terus memenuhi kebutuhan para anggota kami yang berasal dari pengusaha UMKM dalam mendapatkan modal usaha," ungkap Ketua Umum Kospin JASA, Andy Arslan Djunaid dalam diskusi bertema “Koperasi Penggerak Kebangkitan Ekonomi Indonesia”, Kospin (Koperasi Simpan Pinjam) JASA memperingati hari jadinya ke-49 pada Selasa (13/12).

Beberapa aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan antara lain meluncurkan aplikasi M-Jasa, sebagai upaya dalam memajukan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi para anggotanya.

Layanan M-Jasa merupakan fasilitas yang mencakup transaksi melalui rekening Tabungan Koperasi, Tabungan Mikro, Simpanan Harian dan Transaksi ke Bank sesama anggota Kospin.

Selain itu, M-Jasa juga memiliki fitur PPOB, dimana penggunanya dapat melakukan pembayaran tagihan Telkom, BPJS Kesehatan, Listrik, PDAM, pembelian pulsa handphone, token listrik, dan tiket Kereta Api.

Hal ini termasuk pengembangan fasilitas digital yang terus dilakukan, dengan tujuan agar para anggota maupun mereka yang ingin menjadi anggota semakin mudah dalam mengakses dan memanfaatkan produk-produk yang ditawarkan Kospin JASA.

Koperasi juga diketahui menjadi salah satu pendukung perekonomian rakyat kecil serta pelaku UMKM. "Orientasi ke depan adalah mewujudkan koperasi simpan pinjam, yang mandiri dan tangguh berlandaskan amanah dalam membangun ekonomi kerakyatan yang berkeadilan,” kata Andy.

Sebagai salah satu koperasi terbesar di Indonesia yang menaungi 300 ribu anggota pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mulai go digital. Hal ini selaras dengan upaya Pemerintah yang menargetkan 30 juta UMKM go digital pada 2024 mendatang.

Berdasarkan catatan data Indonesian E-commerce Association (idEA) yang dirilis oleh Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM), hingga Oktober 2022, UMKM yang terhubung atau onboarding digital mencapai 20,5 juta. Ini artinya, masih ada sisa 9,5 juta lagi UMKM yang ditargetkan untuk go digital.

88