Home Gaya Hidup Jiwa Masih Labil, Mensos Minta Orang Tua Cegah Efek Buruk Teknologi pada Remaja

Jiwa Masih Labil, Mensos Minta Orang Tua Cegah Efek Buruk Teknologi pada Remaja

Jakarta, Gatra.com-Menteri Sosial Tri Rismaharini menekankan agar orang tua melakukan tindakan preventif antisipasi efek buruk teknologi kepada remaja. Menurut dia, kemajuan teknologi selain membawa manfaat juga bisa memberi dampak negatif.

“Terutama untuk mencegah hal-hal yang belum saatnya dan tidak selayaknya dirasakan oleh anak-anak kita karena ketidakmampuan dan ketidakmengertian mereka,” kata Risma dalam keterangannya, Kamis (15/12).

Adapun alasan remaja menjadi kelompok rentan terhadap dampak negatif teknologi, kata Risma, karena kedewasaan remaja masih belum matang sepenuhnya.

Kemensos, lanjut Risma, diberi mandat oleh undang-undang sebagai institusi menyelenggarakan rehabilitasi sosial juga banyak menangani remaja dengan berbagai latar belakang dan permasalahan sosial. Ia mengungkapkan bahwa faktor utama dari masalah pada diri remaja adalah kurangnya resiliensi diri.

“Kami menangani anak-anak dengan masalah narkoba, kenakalan remaja, sampai anak-anak pelaku teror, juga anak-anak yang terkena dampak permasalah keluarga,” sebut Risma.

Misalnya, Risma mencontohkan maraknya kekerasan seksual pada anak yang dilakukan oleh orang terdekat seperti keluarga atau orang dewasa. Menurutnya, hal ini disebabkan mispersepsi dan doktrin menyimpang yang ditanamkan oleh oknum tidak bertanggungg jawab kepada anak. Risma mengatak banyak di antaranya berujung pada kehamilan yang tidak diinginkan sehingga memunculkan masalah kesehatan.

Karena itu, Risma bersikukuh bahwa peningkatan kapasitas remaja perlu dilakukan, salah satunya melalui edukasi yang berkelanjutan.

"Terutama bagi remaja yang rentan dan memiliki keterbatasan akses pada informasi kesehatan dan reproduksi remaja," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Negara dari Medicins Sans Frontieres (MSF) sebuah organisasi nirlaba perawatan di negara yang terbatas akses medis, Walter Lorenzi, mengatakan pihaknya mendorong peningkatan penyediaan dan kualitas layanan kesehatan bagi remaja Indonesia. Adapun langkah yang diambil adalah membangun koneksi dan kapasitas antara pemerintah daerah, sekolah, dan penyedia layanan kesehatan.

Walter menyebut layanan yang disediakan melalui proyek ini meliputi perawatan sebelum dan sesudah melahirkan untuk remaja hamil, pendidikan kesehatan, dan dukungan psikososial. Selain bergerak penanganan remaja, MSF, sejak 1995, juga terlibat dalam penanganan medis bagi korban bencana di Indonesia. Karena itu, Kemensos dan MSF akan menjajaki kerja sama di dua bidang sekaligus, yaitu penanganan remaja dan penanggulangan bencana.

"Kami ingin bertukar beberapa praktik terbaik tentan tantangan dan pelajaran dari rencana pelajaran kami yang lain," kata Walter.

46