Home Politik Hasil Survei Poltracking Indonesia: PDIP Teratas

Hasil Survei Poltracking Indonesia: PDIP Teratas

Jakarta, Gatra.com - Partai politik (parpol) akan berkompetisi dalam pemilihan umum (pemilu) serentak 2024 mendatang. Lembaga Survei Poltracking Indonesia memetakan elektabilitas simulasi 18 parpol (termasuk 17 yang sudah lolos verifikasi faktual) yang akan dipilih responden.

Direktur Ekskekutif Lembaga Survei Poltracking Indonesia, Hanta Yuda, menerangkan bahwa dalam menyimpulkan temuan elektabilitas partai, tetap harus memperhatikan faktor lain. Masih adanya 19.9% responden yang tidak tahu dan tidak menjawab bisa menjadi pembeda bagi partai-partai ini.

"Kita harus hati-hati dan tidak terburu-buru menyimpulkan partai di bawah yang tidak melewati ambang batas parlemen pasti tidak lolos. Masih ada undecided voters, menyebar ke berbagai partai. Kecenderungannya, suara mereka lari bukan ke partai besar. Persebaran yang belum memilih cenderung ke partai tengah," ujar Hanta dalam pembacaan hasil survei yang digelar secara daring, Kamis (22/12).

Hasil survei menunjukkan bahwa PDIP (23.2%) memperoleh elektabilitas paling tinggi dibanding partai politik lainnya. Menyusul di belakangnya adalah Partai Gerindra (11.1%), Partai Golkar (9.3%), Partai NasDem (6.9%), Partai Demokrat (6.7%), PKB (5.6%), PKS (5.3%), serta PAN (4.1%).

Sementara itu, partai yang berada di bawah ambang batas parlemen 4% adalah Partai Perindo (2.8%), PPP (2.0%), PBB (0.8%), Partai Hanura (0.7%), Partai Gelora (0.7%), Partai Buruh (0.4%), Partai Garuda (0.3%), dan PSI (0.2%). Dua partai lainnya yakni Partai Ummat dan Partai Kebangkitan Nusantara belum mendapatkan suara (0%) saat survei ini dilakukan. 

Selain itu, tren kenaikan atau penurunan elektabilitas parpol turut diteliti. PDIP cenderung mengalami kenaikan sejak Agustus (20.4%) hingga November (23.2%). Sementara partai lain seperti Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai NasDem, PKS, PAN, dan Perindo elektabilitasnya cenderung stabil di periode yang sama.

Potensi Tiga Partai Gembos

Berbeda dengan partai lain, elektabilitas Partai Demokrat, PKB, dan PPP cenderung mengalami penurunan. Hanta menyebutkan bahwa penurunan pada Partai Demokrat dipengaruhi faktor pendeklarasian Anies sebagai presiden oleh Partai NasDem. "Ada pemilih Demokrat dan PKS yang geser ke NasDem," ucapnya.

Sementara itu, penurunan PKB dinilai Hanta sebagai efek dari adanya pergeseran pemilih PKB ke PDIP. Selain itu, ia menyebutkan bahwa basis kuat PKB ada di Pulau Jawa, namun dinamika yang ada di luar Pulau Jawa belum bisa diatasi sehingga terjadi pergeseran pemilih.

"PKB cenderung turun. Ada kemungkinan juga secara temporer, dari sisi Cak Imin (Ketua Umum PKB) masih menggantung capres-cawapresnya siapa," lanjutnya.

Caleg Potensial Dongkrak Elektabilitas

Hanta juga menerangkan bahwa dalam pemilu 2024 mendatang, pemilihan anggota legislatif turut dilakukan. Ini bisa menjadi pembeda dalam keputusan pemilih memilih parpol. "Ini pemilihan legislatif, ada variabel calon legislatif (caleg). Yang diukur baru parpol, belum dimasukan variabel caleg. Nanti partai punya caleg yang bisa mendongkrak elektabilitas," jelasnya.

Karena itu, menurut Hanta, parpol harus teliti dalam menetukan caleg potensial. Ia juga menyebutkan bahwa penting bagi parpol memperhatikan capres yang diusung karena bisa berdampak pada pemilihan suara bagi parpol.

Survei ini dilakukan pada 21-27 November lalu melalui metode wawancara tatap muka. Total terdapat 1.220 responden yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia, dengan margin of error sebesar 2,9% dan tingkat kepercayaan mencapai 95%.

212