Home Pendidikan Badan Bahasa Sebut Upaya Peningkatan Literasi Kian Meningkat Tiap Tahun

Badan Bahasa Sebut Upaya Peningkatan Literasi Kian Meningkat Tiap Tahun

Jakarta, Gatra.com - Sebanyak 15.066.794 eksemplar (560 judul) buku bacaan telah didistribusikan oleh Badan Bahasa Kemendikbudristek. Buku bacaan tersebut ditujukan kepada 5.963 PAUD dan 14.595 SD ke 81 kabupaten di daerah 3T dan daerah dengan nilai kompetensi literasi/numerasi merah. 

Kepala Badan Bahasa Kemendikbudristek, E. Aminudin Aziz, langkah tersebut menjadi salah satu upaya pihaknya dalam meningkatkan Literasi Kebahasaan dan Kesastraan.

“Ini merupakan capaian besar terkait dengan penyediaan bahan bacaan literasi dalam setahun terakhir,” ujar Aminudin dalam keteranganannya, Minggu (25/12).

Selain penyediaan buku bacaan literasi,  Aminudin juga mengatakan pihaknya telah melakukan pembinaan terhadap 797 komunitas literasi (100 di DKI Jakarta dan 697 di provinsi lainnya) dan 14.005 generasi muda (750 di DKI Jakarta dan 13.255 di provinsi lainnya). Penerjemahan buku pun telah dilakukan ke 2.566 buku cerita anak berbasis science, technology, engineering, arts, dan mathematics sebagai penunjang Gerakan Literasi Nasional.

“Buku-buku tersebut dapat diakses di laman Storyweaver, Let’s Read Asia, dan Penjaring," kata Aminudin.

Terakhir, ia juga mengapresiasi atas naiknya jumlah peserta Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia. Catatan kenaikan dari tahun ke tahun terus pun terhitung signifikan.

"Sejak Januari hingga November 2022, jumlah peserta uji tercatat sejumlah 214.358 orang yang tersebar di 2.252 instansi," jelasnya.

Seperti diketahui, melalui KKLP Perkamusan dan Peristilahan, Badan Bahasa telah melakukan penyusunan dan pemutakhiran sejumlah produk perkamusan dan peristilahan, yaitu (a) penambahan 2.306 entri pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan inventarisasi kosakata sejumlah 13.186 entri.

Selain itu, penambahan juga dilakukan pada kamus bidang ilmu (kamus prinsip dasar teknologi hijau 934 entri, kamus ilmu pertahanan subbidang strategi pertahanan udara 813 entri, kamus ilmu pertahanan subbidang damai dan resolusi konflik 850 entri, dan kamus budaya Betawi 700 entri) serta kamus etimologi (kamus etimologi bahasa Belanda 1.000 entri, kamus etimologi bahasa Latin 300 entri, dan kamus etimologi bahasa Arab 300 entri).

Terakhir, pembaharuan juga dilakukan pada Tata Bahasa Kontemporer sejumlah 1 dokumen, Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan Edisi V sejumlah 1 dokumen, dan Sidang Komisi Istilah (4 komisi) yang telah mendiskusikan dan menghasilkan 3.200 entri.

88