Home Gaya Hidup Persiapan Gelaran Pandawa Boyong, Sutradara sebut Cerita Pilihan Panglima TNI

Persiapan Gelaran Pandawa Boyong, Sutradara sebut Cerita Pilihan Panglima TNI

Jakarta, Gatra.com - Acara launching dan Doa Bersama Pagelaran Wayang Orang Pandawa Boyong, akan digelar di Taman Ismail Marzuki pada Minggu (15/1) mendatang. 

Dalam persiapannya, latihan gabungan digelar di Mabes Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL), hari ini, Selasa (3/1). Acara ini merupakan kerja sama antara TNI AL dengan organisasi pegiat budaya, Laskar Indonesia Pusaka.

Sutradara sekaligus pegiat budaya, Teguh Kentus Ampiranto mengatakan bahwa pemilihan cerita "Pandawa Boyong" merupakan pilihan dari Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono. Sebelum cerita itu dipilih, cerita Dewa Ruci menjadi pilihan awal.

"Terus terang saja, cerita Pandawa Boyong ini yang pilih Pak Panglima, Pak Yudo. Tadinya cerita Dewa Ruci, tapi sepertinya tak menghendaki, 'kalau Dewa Ruci yang keluar tokohnya saya terus, mbok yang ramai lagi'. Akhirnya Pandawa Boyong, ada Perang Bharatayudha, tokohnya banyak sekali. Jadi yang menghendaki sebetulnya cerita ini Pak Yudo," ujarnya saat ditemui di sela latihan di GOR Mabes TNI AL, Selasa (3/1).

Pandowo Boyong sendiri mengisahkan babak ketika lima orang ksatria bersaudara yang tergabung dalam Pandawa, boyongan dari Alengka yang dikuasai Kurawa, ke Astinapura. 

Kepindahan itu untuk memerdekan diri dari kekuasaan Kurawa. Mereka harus berperang melawan Kurawa yang jumlahnya jauh lebih besar dengan persenjataan lebih banyak. Namun berkat kesungguhan yang didasarkan niat baik, Pandawa dapat memenangkan perang. 

"Jadi, istilahnya boyong itu pindah lagi. Waktu sebelum Perang Bharatayudha itu, Pandawa, kan, dibuang selama 13 tahun. Setelah selesai 13 tahun, menagih janji kepada para Kurawa untuk mengembalikan kerajaannya, tapi Kurawa tetap bersikukuh tidak mau mengembalikan lagi, akhirnya terjadilah Perang Bharatayudha. Setelah selesai Perang Baratayuda, para Pandawa menang. Akhirnya dia boyong kembali lagi ke Astinapura," paparnya.

Menurut Kentus, pagelaran yang melibatkan anggota TNI serta pejabat dan artis ibu kota merupakan konsep yang sangat menarik. Apalagi, ini merupakan kali pertama seorang Panglima TNI akan berperan dalam lakon wayang orang.

Ia mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan hal yang membanggakan. Apalagi, keterlibatan instansi dalam hal budaya membuat jangkauan pengenalan budaya lebih luas lagi.

"Kerja sama antara seniman wayang orang profesional dengan TNI AL sangat luar biasa. Dan terutama untuk seniman sangat membanggakan sekali, akhirnya wayang orang itu keterlibatannya semakin meluas tidak hanya seniman saja tapi dari instansi AL, tentara bisa bergabung dan akan menyuguhkan tontonan yang bisa dinikmati," katanya.
 

337