Home Internasional Hong Kong akan Membuka Perbatasan China Mulai 8 Januari

Hong Kong akan Membuka Perbatasan China Mulai 8 Januari

Hongkong, Gatra.com - Puluhan ribu orang akan dapat kembali melakukan perjalanan setiap hari antara Hong Kong dan China mulai 8 Januari, setelah dilakukan pelonggaran besar-besaran aturan pandemi, karena dilakukan perbatasan selama hampir tiga tahun.

Baik Hong Kong dan China masih berpegang pada kebijakan nol-COVID, di mana pembatasan perjalanan yang ketat dan perintah karantina wajib menyebabkan kedatangan pelancong turun.

Langkah-langkah tersebut membuat keluarga mereka terpisah, menghentikan sektor pariwisata, dan memutuskan sebagian besar perjalanan bisnis. Hong Kong terpukul sangat keras dan mengakhiri tahun 2022 dalam resesi yang dalam.

Pejabat setempat mengumumkan pada hari Kamis adanya perubahan paling signifikan pada peraturan perbatasan sejak diperkenalkan pada awal tahun 2020.Baca Juga: Covid-19 Meningkat, Hong Kong Kembali Menutup Sekolah

Pemimpin kota John Lee mengatakan, mulai Minggu ada sekitar 50.000 penduduk Hong Kong dapat mendaftar secara online, untuk dapat melintasi perbatasan setiap hari di tiga pos pemeriksaan darat.

“Diperkirakan 10.000 lainnya akan dapat memasuki daratan melalui laut, udara atau jembatan tanpa perlu mendaftar terlebih dahulu,” katanya dalam konferensi pers, dikutip AFP, Kamis (5/1).

Jumlah yang sama akan diizinkan melakukan perjalanan dari daratan ke Hong Kong dan karantina wajib akan dihapuskan.

Lee memperkirakan akan terjadi dampak sangat besar pada ekonomi Hong Kong yang selama ini dilanda resesi.

Baca Juga: Hong Kong Minta Kamar Hotel Disiapkan untuk Karantina Covid-19

“2023 akan lebih menakjubkan, lebih sejahtera,” ujarnya.

China sebelumnya memutarbalikkan strategi nol-COVID bulan lalu, namun kemudian tiba-tiba mencabut pembatasan yang menyebabkan melemahkan ekonomi dan memicu protes secara nasional.

Infeksi melonjak di negara terpadat di dunia sejak saat itu, meskipun pemerintah telah berhenti merilis data untuk menggambarkan dampak sebenarnya dari wabah tersebut.

Langkah-langkah perbatasan antara China daratan dan Hong Kong tidak sama dengan pembukaan kembali sebelum pandemi.

Mereka yang melintasi perbatasan tetap diharuskan menunjukkan hasil tes negatif yang diambil 48 jam sebelum keberangkatan.

Beijing mengkritik negara-negara lain minggu ini karena mengadopsi langkah-langkah serupa, sebagai tanggapan atas beban kasus yang melonjak di daratan.

Baca Juga: Peneliti Hong Kong: Vaksin Sinovac Tidak Cukup Menangkal Serangan Omicron

China juga meminta Organisasi Kesehatan Dunia untuk mengambil posisi "adil" pada COVID-19 setelah mengkritik definisi kematian akibat virus yang "sangat sempit".

Selama ini warga daratan telah lama menjadi mayoritas di Hong Kong. Kota ini menerima hampir 44 juta kedatangan dari China daratan pada tahun 2019.

Minggu ini juga menandai hari di mana China membatalkan aturan karantina wajib baik kedatangan pelancong di luar negeri, meskipun tetap diberlakukan tes sebelum penerbangan.

Kantor Urusan Hong Kong dan Makau China mengatakan sebelumnya pada hari Kamis bahwa Beijing akan membatalkan batas kapasitas penerbangan dari Hong Kong dan Makau, dan akan melanjutkan transit penerbangan ke daratan.

“Layanan kereta api berkecepatan tinggi antara Hong Kong dan daratan juga akan dioperasikan paling lambat 15 Januari,” kata para pejabat setempat.

75