Home Internasional PBB akan Gelar Pertemuan Darurat Kunjungan Menteri Israel ke Kompleks Al-Aqsa

PBB akan Gelar Pertemuan Darurat Kunjungan Menteri Israel ke Kompleks Al-Aqsa

New York, Gatra.com - Dewan Keamanan PBB akan mengadakan pertemuan darurat pada hari Kamis, setelah sekutu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengunjungi situs suci di Yerusalem, dan memprovokasi kecaman internasional.

Kunjungan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir ke situs itu --yang dikenal oleh orang Yahudi sebagai Temple Mount dan bagi Muslim sebagai Haram al-Sharif-- memicu ketegangan yang meningkat pada hari Selasa dan secara luas dipandang sebagai provokatif.

Konfrontasi di tempat-tempat suci di Yerusalem di masa lalu, memicu konflik yang lebih luas antara Israel dan Palestina.

Baca Juga: Turki Kutuk Kunjungan Provokatif Menteri Israel ke Al-Aqsa

“Pertemuan mendadak PBB telah diminta oleh Uni Emirat Arab dan China,” ungkap sebuah tweet dari misi UEA untuk PBB, dikutip Bloomberg, Kamis (5/1). 

“Pertemuan ini akan membahas pelanggaran Israel di Yerusalem dan khususnya tindakan Ben Gvir,” kata utusan Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, dalam sebuah pernyataan terpisah.

"Penyerangan Ben Gvir ke al-Aqsa adalah eskalasi dan provokasi yang berbahaya terhadap rakyat Palestina kami," kata faksi Palestina di Gaza dalam sebuah pernyataan awal pekan ini, yang menyerukan eskalasi di Tepi Barat sebagai pembalasan.

Ben Gvir memimpin partai Otzma Yehudit (Kekuatan Yahudi) dan mendapat dukungan dari komunitas sayap kanan dan ultra-ortodoks. Dukungannya adalah kunci bagi Netanyahu untuk mendapatkan kembali kekuasaan setelah pemilu pada November, setelah 18 bulan menentang.

Baca Juga: Hizbullah Ingatkan Perubahan Status Quo di Al Aqsa bisa Jadi Bom Waktu

“Temple Mount adalah tempat terpenting bagi orang-orang Yahudi. Dan sama seperti Muslim dan Kristen berkunjung ke sana, orang Yahudi juga memiliki hak untuk pergi ke Temple Mount,” katanya dalam sebuah wawancara dengan Channel 12 Israel pada hari Selasa.

Keputusan Netanyahu untuk bersandar pada dukungan dari sejumlah politisi pinggiran yang sikapnya terhadap hak-hak minoritas—khususnya hak-hak Arab-Israel dan Palestina—telah memperdalam ketegangan domestik dan menuai teguran dari AS.

Baca Juga: Arab Saudi, UEA dan Yordania Kutuk 'Penyerbuan' Pejabat Israel di Halaman Al-Aqsa

"Kami berdiri teguh untuk pelestarian status quo bersejarah sehubungan dengan tempat-tempat suci di Yerusalem," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price, Rabu. 

“Setiap tindakan sepihak yang menyimpang dari status quo bersejarah itu tidak dapat diterima,” tambahnya.

55