Home Internasional Jerman Ikuti Langkah AS Beri Ukraina Sistem Rudal Patriot

Jerman Ikuti Langkah AS Beri Ukraina Sistem Rudal Patriot

Washington, D.C, Gatra.com - Gedung Putih mengumumkan pada hari Kamis bahwa Jerman akan mengikuti Amerika Serikat (AS) untuk memberikan baterai rudal pertahanan udara Patriot ke Ukraina.

Pengumuman itu dibuat dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh AS dan Jerman, setelah panggilan telepon antara Presiden Joe Biden dan Kanselir Jerman Olaf Scholz.

Washington berjanji untuk memberikan satu sistem pertahanan udara Patriot ke Ukraina bulan lalu, sebagai salah satu paket senjata terbesar untuk Kyiv hingga saat ini.

Baca Juga: Jerman Tawarkan Rudal Patriot Bentengi Pertahanan Polandia

Pada hari Kamis, para pemimpin AS dan Jerman menegaskan niat mereka mendukung kebutuhan mendesak Ukraina, untuk menyiapkan kemampuan pertahanan udara di tengah serangan rudal dan drone Rusia, yang sedang berlangsung.

“Jerman akan bergabung dengan Amerika Serikat dalam memasok baterai pertahanan udara Patriot tambahan ke Ukraina,” bunyi pernyataan bersama itu.

Secara terpisah, AS dan Jerman mengatakan mereka juga akan menyediakan Kendaraan Tempur Infanteri Bradley dan Kendaraan Tempur Infanteri Marder ke Ukraina.

“Presiden Biden dan Kanselir Scholz menyatakan tekad bersama untuk terus memberikan dukungan finansial, kemanusiaan, militer, dan diplomatik yang diperlukan ke Ukraina selama diperlukan,” bunyi penyataan tersebut.

Baca Juga: Perang Makin Panas, AS Siap Kirim Sistem Pertahanan Rudal Patriot ke Ukraina

 Langkah terbaru Jerman menandai kontras yang mencolok dalam perilaku Berlin, ketika menawarkan helm ke Ukraina pada awal invasi Rusia tahun ini.

Mengutip pejabat AS, Associated Press melaporkan bahwa pemerintahan Biden akan mengumumkan paket senjata besar-besaran senilai $2,85 miliar untuk Ukraina pada hari Jumat. Ini akan menjadi penarikan peralatan militer terbesar dari persediaan Pentagon.

Menurut AP, senjata baru tersebut dilaporkan akan mencakup HUMVEES, kendaraan Pelindung Penyergapan Tahan Ranjau, bersama dengan rudal dan amunisi lainnya.

89