Home Kesehatan Varian Baru Datang, Lansia Rame-rame Vaksin, Pasien Tertua 83 Tahun

Varian Baru Datang, Lansia Rame-rame Vaksin, Pasien Tertua 83 Tahun

Depok, Gatra.com- Sekitar limapuluh pasien mendatangi Puskesmas Abadijaya, Depok, Jawa Barat, 06/01. Mereka datang untuk mendaptkan vaksin booster baik ketiga maupun keempat. Pasien tertua berumur 83 tahun. "Saya vaksin ketiga," kata sebut saja kakek Suwarno kelahiran tahun 1939.

Puskesmas menyediakan dua vaksin untuk booster yaitu Pfizer dan Indovac. Vaksin tersebut mereka dapatkan dari dinas kesehatan Depok. "Biasanya kami buka hanya sekali sepekan. Namun kali ini tersedia banyak, sehingga kami buka lebih dari sekali," kata sebut saja Nuraini, petugas pemeriksa tensi para pasien.

Prosedur untuk mendapatkan vaksin gratis di Puskesmas Abadijaya cukup mudah. Yaitu bisa dengan mendaftar secara online lewat situs. Namun bisa juga datang langsung dengan menyerahkan fotokopi KTP.

Setelah menyerahkan fotokopi KTP maka diregistrasi dan diberikan formulir untuk vaksinasi di lantai dua. Usai pemeriksaan tensi dan wawancara singkat dilakukan vaksinasi sesuai pilihan. Bisa Pfizer atau Indovac.

Usai divaksin kembali ke pendaftaran dengan menyerahkan formulir. Selanjutnya mengambil hasil printing kartu vaksin dan langsung pulang.

Vaksinansi Jumat, 06/01 didominasi para lansia. "Saya vaksin keempat," kata Mutamainah pada petugas. Mengaku belum pernah kena Covid 19, perempuan berusia 60 tahun itu rajin vaksin untuk jaga-jaga.

Kesadaran masyarakat Depok yang tinggi akan pentingnya vaksinasi diapresiasi Nuraini. "Bapak itu kelahiran 1939, sudah vaksin tiga kali," katanya.

Kesadaran masyarakat penting untuk mengatisipasi varian baru Covid 19 yang sudah masuk Indonesia. Virus Covid-19 Omicron varian baru, yaitu BF.7 telah terdeteksi masuk ke Indonesia. Varian baru tersebut merupakan turunan dari varian Omicron (BA.5).

Hal itu diungkapkan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat menghadiri HUT RS Anak dan Ibu (RSAB) ke-43, di Jakarta Barat, Kamis 29 Desember 2022.

Budi menyampaikan berdasarkan data Kementerian Kesehatan jumlah kasus BF.7 yang ditemukan mencapai 15 orang. Meski demikian, ia sendiri tidak merinci sebaran kasus tersebut di mana saja.

60

KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR