Home Ekonomi Perdana Melantai Di Bursa, Harga Saham Dua Perusahaan Ini Langsung Melesat di Zona Hijau

Perdana Melantai Di Bursa, Harga Saham Dua Perusahaan Ini Langsung Melesat di Zona Hijau

Jakarta, Gatra.com - Dua perusahaan hari ini (9/1) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Adapun dua perusahaan tersebut yakni PT Cakra Buana Resources Energi Tbk dengan kode emiten (CBRE) dan PT Sunindo Pratama dengan kode emiten (SUNI).

Diketahui, CBRE pada IPO hari ini menyiapkan 738 juta lembar saham baru dengan harga Rp100-Rp110 per saham. Jumlah itu sebesar 16,26 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO (initial public offering). Melalui IPO ini, korporasi berharap bisa menghimpun dana dari masyarakat hingga Rp73,8 - Rp81,18 miliar.

Pada penawaran perdana hari ini, saham CBRE langsung bergerak di zona hijau. Harga saham naik 34,26 persen dari Rp108 menjadi Rp145 per saham. Kemudian saham CBRE terus bergerak fluktuatif di zona hijau.

Adapun perusahaan yang bergerak di bidang jasa angkutan dan logistik laut ini mengklaim telah mengalami oversubscribed pada penawaran perdanan IPO hingga 140 kali lipat. Dalam penawaran saham perdana ini, Korporasi juga telah mencatat terdapat lebih dari 50.000 investor yang memesan saham CBRE. Investor datang dari kalangan institusi hingga investor ritel yang berstatus asing maupun lokal.

Menurut perseroan oversubscribed terjadi karena investor yakin dengan prospek cerah sektor angkutan laut di tahun 2023 ini. Hal itu seiring dengan tingginya permintaan global membuat sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga di tingkat global.

Di samping itu, berdasarkan rasio pertumbuhan pendapatan Perseroan yang tercatat pada laporan keuangan 30 Juni 2022 menunjukkan perseroan telah mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 255% (dua ratus lima puluh lima persen) dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yaitu pada 30 Juni 2021.

Sementara PT Sunindo Pratama (SUNI) pada IPO kali ini mengeluarkan 600 juta lembar saham baru atau setara dengn 24% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor setelah setelah Penawaran Umum Perdana Saham kepada publik. Adapun dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp180 miliar.

Pada penawaran perdana hari ini, saham SUNI juga langsung bergerak di zona hijau. Harga saham naik 8,67 persen dari Rp300 menjadi Rp326 per saham. Kemudian saham SUNI terus bergerak fluktuatif di zona hijau.

PT Sunindo Pratama mengatakan penggalangan dana dari IPO ini akan digunakan untuk pembelian sekitar 39,96% saham PT Rainbow Tubulars Manufacture (“RTM”) yang merupakan anak perusahaan Perseroan yang saat ini sebanyak 60% sahamnya dimiliki oleh Perseroan. Selain itu, perusahaan juga akan menggunakan dana untuk pelunasan sebagian utang usaha RTM kepada supplier dan modal kerja RTM dan untuk modal kerja Perseroan.

Perusahaan yang bergerak di industi pipa seamless penunjang sektor minyak dan gas (migas) ini memperkirakan Pendapatan konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2022 sekitar Rp500 miliar serta Laba Tahun Berjalan sekitar Rp70 miliar. Untuk tahun 2023, Perseroan memproyeksikan Pendapatan konsolidasi sebesar Rp596 miliar serta Laba Tahun Berjalan sebesar Rp84 miliar, meningkat sebesar masing-masing 19,2% dan 20%.

127