Home Politik Spanduk Tolak Anies di NTT, Nasdem: Biarkan Saja Para Pengecut Berekspresi

Spanduk Tolak Anies di NTT, Nasdem: Biarkan Saja Para Pengecut Berekspresi

Kupang, Gatra.com- Spanduk menolak Calon Presiden Anies Baswedan terpasang di tiga kota NTT yakni Kota Kupang, Labuan Bajo, Manggarai Barat dan Maumere Kabupaten Sikka.

Dalam Baliho tersebut kelompok yang belum teridentifikasi ini menguraikan 4 alasan kenapa Anies Baswedan mesti ditolak di NTT. Karena Anis Baswedan didukung FPI, didukung HTI, didukung PA 212, dan gagal pimpin Jakarta

Sekretaris DPW Partai Nasdem NTT, Yusak Meok membenarkan munculnya spanduk, baliho yang menolak Anies Baswedan di NTT.

“Benar, ada spanduk, baliho tolak Anies Baswedan. Antaranya di Kota Kupang, Maumere dan Labuan Bajo. Bagi kami orang yang pasang baliho tersebut adalah pengecut ,” kata Sekretaris DPW Partai Nasdem NTT, Yusak Meok ( 9/1)

Walau kelompok yang memasang baliho menolak ini adalah pengecut tetapi dalam dunia politik itu hal yang wajar. "Biarkan para pengecut bebas berekspresi, kami tidak perlu merespon dengan berlebihan,” tegas Yusak.

Lebih lanjut Yusak mengatakan telah berkoordinasi dengan bagian hukum Partai Nasdem untuk menyikapi masalah ini.

“Saya sudah koordinasi dengan bagian hukum Partai Nasdem dan mengadukan masalah ini kepada pihak kepolisian antaranya Polresta Kupang. Kepada kami pihak Polresta Kupang katakana bilang akan terus memantau ,” jelas Yusak.

Menurutnya, pemasangan spanduk menolak seperti ini membuktikan bahwa Anies Baswedan merupakan sosok yang ditakuti lawan politik.

“Kalau ada kampanye hitam terhadap sosok yang kami usung artinya figur ini ditakuti. Ini karena elektabilitasnya sedang menanjak. Itulah akhirnya orang mulai berpikir bagaimana untuk menjatuhkan, ” katanya.

Dia menyebutkan diusungnya Anies Baswedan sebagai calon Presiden oleh Partai Nasdem merupakan langkah yang telah diperhitungkan oleh partai.

“Jika Nasdem berani mengusung Anies, berarti sudah diyakini bahwa figur ini adalah figur yang bisa menjaga keutuhan NKRI, menjunjung tinggi Pancasila dan Bhineka Tungg Ika,” tegas Yusak.

Isu-isu yang dipakai selama ini sebut Yusak digunakan untuk menjatuhkan Anies Baswedan tersebut tidak pernah ada buktinya. “Anies Baswedan ini memang sering dikaitkan dengan banyak isu, intoleran, radikalisme, tapi kan semua tidak ada buktinya,” kata Yusak .

Terpantau di Kota Kupang baliho-baliho penolakan terhadap Anies Baswedan di Kota Kupang terpasang di Bundaran PU, Pertigaan Naimata dan Pertigaan Oepura. Selain itu, di Kabupaten Sikka dan di Labuan Bajo juga terdapat baliho serupa.

Di baliho yang terpasang di pertigaan Oepura tampak tertulis “NTT Sonde Butuh Anies” dengan foto Anies yang diberi tanda dilarang. Sedangkan baliho yang terpasang di Bundaran PU tepat di depan Hypermart berisi pesan “Kami Menolak Dengan Keras!! Anies Baswedan, Bapak Politik Identitas.

Sementara di Maumere dan Labuan Bajo dalam Baliho tersebuit tertulis tolak keras Anis Baswedan karena didukung FPI, didukung HTI, didukung PA 212, dan gagal pimpin Jakarta.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui pihak yang bertanggung jawab, atas pemasangan dua spanduk penolakan Anies Baswedan yang mengatasnamakan Mantab Masyarakat NTT.

443

KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR