Home Regional Gempa M7,5 Kepulauan Tanimbar, Satu Orang Warga Luka-Luka

Gempa M7,5 Kepulauan Tanimbar, Satu Orang Warga Luka-Luka

Jakarta, Gatra.com – Satu orang warga di Tanimbar Selatan, Kepulauan Tanimbar, mengalami luka akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,5 yang mengguncang Kepulauan Tanimbar, Maluku, Selasa dinihari (10/1).

“Dampak korban, BPBD setempat menyebutkan 1 warganya luka-luka,” kata Abdul Muhari, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dalam keterangan tertulis.

Baca Juga: Gempa M7,5 Kepulauan Tanimbar, Sejumlah Rumah Rusak Ringan hingga Berat

Ia menjelaskan, gempa bumi yang awalnya disebut berkekuatan M7,9 tersebut, juga mengakibatkan sejumlah rumah warga di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dan Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, rusak. Gempa terjadi pada Selasa (10/1), pukul 00.47 WIB atau 02.47 waktu setempat.

BNPB terus memantau dan melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang terdampak gempa. Data sementara hingga pukul 08.13 WIB tadi, sebanyak 15 rumah warga Kepulauan Tanimbar mengalami kerusakan.

Rinciannya, 1 rumah rusak berat, 3 rusak sedang dan sisanya masih dilakukan penilaian tingkat kerusakan. Untuk Kabupaten Maluku Barat Daya, laporan visual kerusakan rumah warga didapati dari Desa Watwey, Kecamatan Dawelor Dawera.

“Selain rumah, di Saumlaki fasilitas pendidikan SMP Kristen Saumlaki dan SMA Negeri 1 Saumlaki, Tanimbar Selatan, mengalami kerusakan,” katanya.

Berdasarkan informasi BPBD Kabupaten Kepulauan Tanimbar, guncangan gempa dirasakan kuat oleh warga sekitar 3 hingga 5 detik. Terjadi kepanikan saat gempa berlangsung sehingga warga keluar rumah.

”Pascagempa, BPBD Kabupaten Kepulauan Tanimbar melakukan koordinasi dengan aparat desa dan kecamatan. Di samping itu, petugas mengimbau warganya untuk tetap waspada,” katanya.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Sebelum kembali ke dalam rumah, warga diminta untuk memastikan kondisi struktur bangunan pascagempa.

“Dampak korban jiwa dapat dipicu bukan karena fenomena gempa tetapi reruntuhan bangunan yang tidak tahan gempa,” katanya.

Selain itu, kata Abdul Muhari, pihaknya meminta warga untuk tidak mudah terpancing oleh berita palsu atau hoaks yang biasanya tersebar melalui media sosial. “Pastikan informasi terkini pascagempa dari BMKG, BNPB atau pun BPBD setempat,” ujarnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memutakhirkan parameter gempa menjadi M7,5 berada pada 148 kilometer (km) barat laut Kepulauan Tanimbar dengan kedalaman 131 km. Pusat gempa berada di laut dan peringatan dini tsunami telah dicabut.

Baca Juga: 34 Rumah Warga Karangasem Rusak Pascagempa M 5,2

Berselang sekitar 10 menit, gempa susulan terjadi dengan magnitudo (M)5,5, tepatnya pukul 01.10 WIB atau 03.10 waktu setempat. Pusat gempa berada di 197 barat laut Kepulauan Tanimbar.

Dilihat dari intensitas kekuatan gempa yang diukur dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity, wilayah Saumlaki V MMI; Dobo dan Tiakur IV MMI; Sorong, Kaimana, Alor, Waingapu, Waijelu, dan Lembata III–IV MMI; Merauke, Nabire, Tanah Merah, Wamena, Bakunase, Kolhua, Rote, Sabu, Ende, Amarasi Selatan, dan Kota Kupang II–III MMI; serta Ambon dan Piru, II MMI. Sebelumnya, BNPB menyebut kekuatan gempa M7,6 kemudian direvisi M7,5

34

KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR