Home Regional Pelebaran Jalan Kereta Gantung Rinjani Perlu Tanah Perhutani

Pelebaran Jalan Kereta Gantung Rinjani Perlu Tanah Perhutani

Mataram, Gatra.com - Rencana pembangunan kereta gantung menuju kawasan Gunung Rinjani, Lombok berdampak pada ruas jalan yang akan menuju ke pintu gerbang pendakian baru di Karang Sidemen, Kecamatan Batukeliang, Lombok Tengah (Loteng). Untuk itu Pemprov NTB melalui Dinas PUPR berencana akan melebarkan jalan sepanjang 7 kilometer di kawasan Karang Sidemen. Hal ini dilakukan untuk mendukung pembangunan kereta gantung Rinjani.

"Usulan ini juga dalam rangka peningkatan status jalan kabupaten menjadi jalan provinsi dan pelebaran jalan dari pintu gerbang ke atas. Jalan yang akan dilebarkan ini nantinya minimal menjadi 6 meter yang pembangunannya dimulai dari Desa Karang Sidemen, Kabupaten Lombok Tengah. Kita akan melebarkan jalan dari gerbang ke atas, minimal lebarnya 6 meter. Cuman konsekwensi-nya ketika jalan dilebarkan enam meter, maka akan ada pembebasan lahan sebelah kiri dan kanan dan prosesnya masih di kehutanan," kata Kadis PUPR NTB Ridwan Syah, Senin (10/1).

Ia menyebut anggaran untuk pelebaran jalan ini nantinya menelan biaya mencapai Rp15 miliar dari Investor pembangunan kereta gantung Rinjani, yakni PT Indonesia Lombok Resort. Jalan menuju ke sana itu non status, karena area melewati hutan dan kewenangan ada pada KPH.

Seperti diketahui pembangunan kereta gantung Rinjani berada di kawasan hutan lindung di Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara. Pembangunan, kereta gantung ini di bangun investor China. Total luas lahan yang digunakan untuk kereta gantung tersebut mencapai 500 hektar dengan panjang jalur kereta mencapai 10 kilometer yang nantinya juga dilengkapi fasilitas pendukung lainnya.

Selain itu pembangunan fasilitas wisata ini menelan anggaran Rp2,2 triliun dan di bangun di luar kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Lokasi puncak pemberhentian kereta gantung terletak sekitar dua kilometer di bawah Pos Pelawangan Rinjani.

331