Home Lingkungan BRIN Ungkap Keanekaragaman Hayati Jadi Prioritas Penelitian

BRIN Ungkap Keanekaragaman Hayati Jadi Prioritas Penelitian

Jakarta, Gatra.com - Penelitian terkait keanekaragaman hayati diperlukan sebagai basis untuk pengetahuan maupun pengambilan keputusan ke depan. Kepala Organisasi Riset Kebumian dan Maritim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ocky Radjasa, mengatakan bahwa saat ini, penelitian biodiversitas menjadi salah satu penelitian prioritas yang dilakukan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

"Kita bisa memanfaatkan berbagai keanekaragaman hayati untuk berbagai kepentingan. Kita memiliki area deep sea atau laut dalam, sangat kaya, belum hanyak dieksplor. Kita belum memiliki data yang cukup untuk menilai bagaimana kekayaan mikroba di dalam laut, termasuk bagaimana kita bisa memanfaatkan potensi mereka," ujarnya dalam acara bertajuk "Mengukur Keanekaragaman Hayati untuk Transfer Fiskal Berbasis Ekologi" di Jakarta, Selasa (10/1).

Tahun ini, ia menerangkan bahwa BRIN akan berfokus pada pengungkapan biodiversitas di ekoregion spesifik dan ekosistem ekstrim. Nantinya, data ini bisa diolah, salah satunya dalam menentukan eksperimental biologi dan rehabilitasi, atau peningkatakan populasi spesies yang terancam punah.

Selain itu, Ocky juga menjabarkan bahwa keanekaragaman hayati di Indonesia bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan suatu produk. Melalui pemanfaatan data genom dan protein atau rekayasa genetika, produk industri pangan, kesehatan, dan industri lainnya diharapkan bisa diwujudkan sebagai outputnya.

"Teknologi dan produk pemanfaatan keanekaragaman hayati Indonesia secara berkelanjutan sebagai salah satu upaya meningkatkan daya saing bangsa," terangnya.

Cakupan lain dari fokus penelitian BRIN pada bidang keanekaragaman hayati juga akan melihat ekologi dan konservasi ex-situ, restorasi jenis tumbuhan terancam mengalami kepunahan, hingga pemanfaatan tumbuhan berkelanjutan. Hal ini dilakukan untuk melakukan penyelamatan atau konservasi.

Ocky juga mengungkapkan bahwa pihaknya turut mendukung pihak lain dalam pembiayaan riset. Fokus riset bidang pangan, kesehatan, dan energi akan didukung demi membangun ekosistem riset keanekragaman hayati semakin berkembang.

Nantinya, hasil penelitian ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh pihak seperti akademisi, pemerintah, pemerintah daerah, maupun komunitas masyarakat untuk dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Diharapkan, penelitian terkait keanekaragaman hayati ini mampu dijadikan sebagai basis pengetahuan maupun dalam merumuskan kebijakan.

76