Home Internasional Menlu Soal G20: Dilaksanakan di Tengah Situasi Global, Hampir Semua Orang Ragu

Menlu Soal G20: Dilaksanakan di Tengah Situasi Global, Hampir Semua Orang Ragu

Jakarta, Gatra.com - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan presidensi Indonesia dalam G20 di dilaksanakan di tengah situasi global yang penuh tantangan.

Menurut Retno, hampir semua orang ragu apakah G20 akan berhasil dan memberikan hasil yang berarti bagi dunia.

“Alhamdulillah, kekhawatiran ini tidak terwujud. Kepemimpinan Indonesia mampu menjaga keutuhan, menghasilkan kerjasama konkrit yang bermanfaat bagi dunia, termasuk bagi negara-negara berkembang,” kata Menlu Retno dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri Tahun 2022-2023 melalui YouTube Kementerian Luar Negeri, Rabu (11/1).

Menlu Retno menyampaikan KTT G20 juga menghasilkan Deklarasi Bali yang substantif tanpa mengorbankan prinsip-prinsip Piagam PBB. Deklarasi Bali menyampaikan komitmen kerjasama yang konkrit.

“Selama masa kepresidenannya, Indonesia berhasil melakukan beberapa terobosan, antara lain Pembentukan Dana Pandemi, Roadmap Bali Compact dan Transisi Energi Bali, Jaringan Inovasi Digital ke Operasionalisasi Kepercayaan Ketahanan dan Keberlanjutan untuk membantu ruang fiskal negara-negara berkembang,” jelasnya.

Menlu Retno menambahkan Deklarasi Bali juga dilengkapi dengan Annex berupa 361 proyek dan program kerjasama antara G20 dan negara mitra untuk dunia.

“Hadirin sekalian, Indonesia telah menyelesaikan satu tanggung jawab besar sebagai Presiden G20 dengan gemilang. Saat kita memimpin, kita bersatu. Saat kami memimpin, kami menyampaikan. Saya ingin menyampaikan, sekali lagi, apresiasi saya kepada mereka yang telah mendukung kepresidenan G20 Indonesia,” ucapnya.

Menlu Retno menuturkan dari Presidensi G20, Indonesia telah membuktikan bahwa persahabatan dan kerjasama dapat bermanfaat bagi dunia.

“Saya mendoakan yang terbaik bagi India untuk Presidensi G20 dan Indonesia akan memberikan dukungan penuhnya kepada India,” pungkasnya.

 

132