Home Ekonomi Dolar Merajalela terhadap Mata Uang Asia, Rupiah Ambruk 120 Poin ke Level Rp15.156

Dolar Merajalela terhadap Mata Uang Asia, Rupiah Ambruk 120 Poin ke Level Rp15.156

Jakarta, Gatra.com - Setelah Senin kemarin berjaya, nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa sore ini justru anjlok. Nilai tukar Rupiah ditutup melemah tajam 120 poin ke level Rp15.156 per Dolar Amerika Serikat (AS).

Melansir data Bloomberg, indeks Dolar AS menguat terhadap hampir semua mata uang utama lainnya di Asia Pasifik, termasuk Won Korea, Yuan Cina, Yen Jepang dan Ringgit Malaysia.

Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan nilai tukar mata uang Asia hari ini didorong kekhawatiran baru akan resesi global yang diprediksi terjadi tahun ini.

Di samping itu, pertumbuhan ekonomi Cina yang melambat akibat lockdown akibat Covid-19 sepanjang 2022 dan para investor menahan untuk perubahan kebijakan di Bank of Japan.

"Kekhawatiran akan resesi global yang diperkuat oleh survei Forum Ekonomi Dunia yang menunjukkan bahwa dua pertiga dari para ekonom yang disurvei memperkirakan resesi tahun ini. Sebuah survei terpisah dari kepala bisnis oleh PricewaterhouseCoopers juga mengemukakan prospek ekonomi yang suram tahun ini," kata Ibrahim, Selasa (17/1).

Di dalam negeri, pelemahan Rupiah seiring dengan penantian pengumuman kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) oleh para pelaku pasar.

Ibrahim menyebut, bahwa berdasarkan ekspektasi para anlalis, BI diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, yang sebelumnya di 5,5 persen menjadi 5,75 persen. Dengan demikian, menurut Ibrahim, selisih suku bunga akan kembali melebar.

"Tetapi pasar juga menanti proyeksi suku bunga ke depannya, apakah BI akan menaikkan suku bunga hingga 6 persen atau 6,25persen," imbuh Ibrahim.

Adapun untuk perdagangan besok, Ibrahim memprediksi mata uang Rupiah akan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah direntang  Rp15.150 - Rp15.220 per Dolar AS.

32