Home Internasional Jerman Menolak Kirim Tank Tempur ke Ukraina tanpa Persetujuan AS

Jerman Menolak Kirim Tank Tempur ke Ukraina tanpa Persetujuan AS

Berlin, Gatra.com - Jerman tidak akan mengirim tanknya atau mengizinkan sekutunya mengirim tank buatan Jerman ke Ukraina, sebelum Amerika Serikat (AS) setuju mengirim tank tempur mereka sendiri. 

“Orang tidak bisa membedakan antara ekspor langsung (tank buatan Jerman) dan ekspor oleh negara ketiga,” kata seorang pejabat senior Jerman kepada Wall Street Journal melaporkan Rabu (18/1).

Berlin telah meningkatkan bantuan militernya ke Kyiv, meski berbeda dengan kebijakan awalnya pada awal invasi Rusia tahun lalu ketika menawarkan helm ke Ukraina.

Awal bulan ini, Jerman mengatakan akan mengikuti AS dan menyediakan baterai rudal pertahanan udara Patriot ke Ukraina.

Baca Juga: Strategi Perang, Jerman Pertimbangkan Kirim Tank Leopard 2 ke Ukraina

Sejumlah negara Eropa telah menyuarakan kesiapannya untuk mengirim tank buatan Jerman ke Ukraina.  Namun, mereka menunggu lampu hijau dari Jerman.

Jerman memiliki tank tempur Leopard 2 yang sangat dicari dan telah menjual tank-tank ini ke Finlandia, Denmark, dan Polandia.

Menurut pejabat yang berbicara kepada Wall Street Journal, Jerman memiliki sekitar 15 tank Leopard 2 yang dapat disediakan untuk Ukraina dalam jangka singkat.

Ukraina telah menggunakan tank T-72 era Soviet, namun sedang mencari tank yang lebih baik untuk dapat merebut kembali wilayah yang diduduki Rusia.

Pada bulan November, AS menjanjikan 45 tank T-72B yang diperbarui dengan paket optik, komunikasi, dan lapis baja canggih untuk Ukraina.

AS, yang sejauh ini merupakan pemasok bantuan militer nomor satu ke Ukraina, baru-baru ini berjanji untuk mengirim Kendaraan Tempur Bradley ke Ukraina - yang paling dekat dengan tank buatan AS yang telah dijanjikan Washington hingga saat ini.

Baca Juga: Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht Mengundurkan Diri

Dan pejabat AS berhati-hati dalam mengirim tank tempur, karena dapat menimbulkan kekhawatiran bahwa hal itu dapat semakin meningkat atau menyeret Washington langsung ke dalam konflik.

Kekhawatiran yang sama telah dibuat oleh pejabat administrasi Biden sejak dimulainya invasi Rusia, yang telah membuat AS beralih dari menyediakan rudal Stinger ke baterai pertahanan rudal Patriot, dan persenjataan canggih lainnya meski diperingatkan Moskow.

Inggris juga mengatakan pihaknya berencana untuk memberikan lebih dari selusin tank tempur Challenger 2 kepada pasukan Ukraina.

Sekretaris Pers Karine Jean-Pierre menyerahkan kepada masing-masing negara untuk membuat keputusan berdaulat mereka sendiri. Jean-Pierre mengatakan bahwa AS mendukung keputusan London untuk mengirim tank tempur ke Ukraina.

Baca Juga: Dinas Rahasia Rusia Memata-matai Pelatihan Tentara Ukraina di Jerman

Secara terpisah pada hari Rabu, New York Times melaporkan bahwa pemerintahan Biden sekarang melunakkan pendiriannya yang sepenuhnya menolak harapan Ukraina, untuk menargetkan Krimea yang diduduki.

Pejabat AS dilaporkan percaya bahwa Ukraina perlu menunjukkan kepada Rusia bahwa kendali atas Krimea dapat dikembalikan, sebagai kekuatan dalam negosiasi di masa depan.

37