Home Nasional Imbas Vape Sabu, APEI Yakin Mereka Hanya Pengedar bukan Vapers

Imbas Vape Sabu, APEI Yakin Mereka Hanya Pengedar bukan Vapers

Jakarta, Gatra.com - Asosiasi Produsen E-Liquid Indonesia (APEI) angkat bicara soal ramainya liquid sabu yang baru-baru ini terungkap oleh kepolisian di Jakarta Barat. Menurut Divisi Bagian Komunikasi APEI dan Marketing Communication Director Hexjuice, Jimmy Muhammad, mencap mereka hanya pengedar murni, bukan sebagai pengguna vape atau vapers.

Bagi Jimmy, pelaku hanya bertransformasi dan menggunakan modus vape sebagai alat pengedarannya. Apalagi, Jimmy juga mengeklaim jika pembuatan liquid sudah diawasi dengan ketat, mulai dari bahan baku hingga sampai ke retail.

"Asumsi saya, saya yakin mereka bukan vapers. Dan kita juga terus mengkomunikasikan ke konsumen jangan beli yang tidak ada cukai dan segelnya. Itu pun kita juga kerja sama dengan retail, menjual produk pun membatasi penjualan jangan menjual di bawah 18 tahun," ujarnya dalam konferensi pers di Vapehan, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (19/1/2023).

Jimmy juga mengaku berkomitmen untuk ikut serta membantu dan menyatakan kesediaan bekerja sama membantu aparat hukum dalam penanganan kasus penyalahgunaan narkoba yang baru saja terjadi, yang dilakukan oleh oknum ilegal yang sama sekali tidak terhubung dengan asosiasi produsen e-liquid manapun di Indonesia.

Di samping itu, imbas liquid sabu yang terjadi, ia belum menemukan adanya penurunan dari penjualan vape dan liquid. Namun, ia mengaku khawatir akan pandangan negatif yang berkembang sebab narkotika menjalar ke industri vape.

"Belum terasa ya (penurunan penjualan), mungkin dari tendensi negatif ya, kita perlu antisipasi jangan sampai hal itu terjadi, apalagi ada kenaikan cukai di 19,5%. Kita dari produsen juga berpikir keras harganya cukai naik tapi produk yang kami jual bisa tetap stabil dan tidak melambung tinggi," katanya.

Di sisi lain, pada lokasi yang sama, Koalisi Tembakau, Bambang Elf menyampaikan menyesal dengan perbuatan oknum yang memperalat vape sebagai instrumen untuk menjual narkotika.

Bambang mempertegas, para pengedar itu bukanlah para pengguna vape. Untuk itu ia mengimbau agar asosiasi vape terus solid melawan penyimpangan tersebut.

"Saya melihat jika mereka ini bukan vapers sejati. Mereka hanya memperalat vape dan membuat nama vape jelek di publik," tutupnya.

53