Home Nasional Pasca Insiden Morowali Utara, Jaminan Keamanan Investasi Harus Diperkuat

Pasca Insiden Morowali Utara, Jaminan Keamanan Investasi Harus Diperkuat

Jakarta, Gatra.com - Ketua Komnas HAM Perwakilan Sulawesi Tengah (Sulteng), Dedi Askari, menyebut insiden kerusuhan antar pekerja di PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) Morowali Utara, memberikan pelajaran berharga bagi banyak pihak termasuk para pekerja dan investor di Morowali Utara.

Menurutnya, peristiwa yang terjadi menjadi pengingat penting bagi sejumlah pihak untuk dapat lebih saling menjaga, menghargai dan meningkatkan jaminan keamanan investasi dan keselamatan kerja.

“Jaminan keamanan investasi sangat penting dengan diimbangi keselamatan kerja yang semakin meningkat untuk para pekerja khususnya di Morowali Utara,” Ujar Dedi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/1).

Ia menganggap jaring pengaman yang lebih ketat dalam konteks investasi. Karena tak dapat dipungkiri, Investasi yang masuk di Morowali Utara dapat menopang pembangunan di daerah tersebut.

Dengan adanya investasi, sambung Dedi, maka roda perekonomian otomatis akan berputar dan berjalan di tengah masyarakat.

"Selain itu, kehidupan perekonomian masyarakat setempat akan semakin meningkat," bebernya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Tengah (MUI Sulteng) Habib Ali bin Muhammad Aljufri. Dirinya mengaku prihatin atas insiden kerusuhan di PT GNI dan berharap semua pihak mampu menahan diri demi menghindari dampak negatif yang berakibat lebih besar.

“Karena bagaimanapun kegiatan investasi itu ada manfaatnya untuk masyarakat. Walaupun memang ada kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan dari kejadian itu,” ujarnya.

Ketua MUI Sulteng itu pun menghimbau supaya masalah yang terjad bisa diselesaikan secara cepat. Lantaran kerugiannya tidak saja dialami perusahaan namun juga masyarakat. Bisa saja, masyarakat atau pekerja yang tidak terlibat pun akhirnya terimbas dari peristiwa tersebut.

“Maka yang perlu diselesaikan juga adalah siapa otak dibalik peristiwa itu, karena tidak mungkin timbul sendiri, apalagi sudah sampai menghilangkan nyawa, baik dari TKA maupun dari pekerja lokal,” ujar Habib Ali.

34