Home Pendidikan Lewat MSIB, Lulusan Vokasi Makin Cepat Dapat Kerja

Lewat MSIB, Lulusan Vokasi Makin Cepat Dapat Kerja

Jakarta, Gatra.com - Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Kiki Yuliati, mengaku bahwa Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) terbukti berhasil mengakselerasi tingkat kebekerjaan lulusan mahasiswa Vokasi.

Kiki mengatakan, hal tersebut dikarenakan program MSIB sejatinya memang dirancang untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berdaya saing global, kompeten baik hard skills maupun soft skills.

"MSIB terbukti memberikan dampak positif, di mana para mahasiswa yang mengikuti MSIB memiliki waktu tunggu yang lebih cepat mendapatkan pekerjaan serta gaji yang lebih tinggi," ungkap Kiki dalam keterangannya, Jumat (20/1).

Hal itu didasari oleh hasil evaluasi tim MSIB. Dimana, mahasiswa yang baru lulus rata-rata memiliki waktu tunggu untuk bekerja sekitar empat bulan. Sementara untuk besaran gaji, gaji yang diterima umumnya sekitar 0,72 kali Upah Minimum Provinsi (UMP).

“Para alumni program MSIB selain lebih cepat mendapatkan pekerjaan, mereka juga memperoleh gaji yang lebih tinggi, yakni 1,78 kali UMP,” ujar Kiki.

Oleh karena itu, Dirjen Kiki meminta para pimpinan perguruan tinggi serta dosen untuk mendukung dan mengizinkan para mahasiswanya memanfaatkan dan mengikuti program MSIB angkatan keempat ini.

"Apalagi, bagi mahasiswa vokasi, magang merupakan hal wajib. Melalui program MSIB, mahasiswa akan mendapatkan kesempatan magang di industri-industri dan mitra-mitra yang sudah dikurasi,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi, Beny Bandanadjaja mengatakan, selain mampu mengakselerasi kebekerjaan para lulusan, program MSIB juga memberikan dampak pada positif terhadap perguruan tinggi.

Dampak tersebut tercermin dalam pencapaian indikator kinerja utama (IKU) perguruan tinggi negeri. Selain itu, kebekerjaan lulusan juga akan memberikan citra positif kepada masyarakat dan industri mitra.

“Kami berharap pihak kampus berani menyesuaikan kurikulum di kampus dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka agar mahasiswa bisa mengikuti program MSIB,” tuturnya.

22