Home Ekonomi Kemenkeu Catat Transaksi Lelang Tahun 2022 Tembus Rp35 Triliun

Kemenkeu Catat Transaksi Lelang Tahun 2022 Tembus Rp35 Triliun

Jakarta, Gatra.com - Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan mencatat total transaksi lelang sepanjang 2022 sebesar Rp35 triliun atau 117% dari target pemerintah Rp30 trilun. Selain itu, DJKN juga mencatat penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp850 miliar atau 121% dari target Rp700 miliar di 2022.

"Kalau lihat capain pokok lelang dan PNBP sejak 2016 ada tren pertumbuhan yang psoitif. Kita berharap 2023 ada pertumbuhan yang positif terhadap pokok lelang," ujar Direktur Lelang DJKN, Joko Prihanto, dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (20/1).

Baca Juga: KKP Tegaskan Lelang Pulau di Maluku Utara Tidak Dibenarkan dan Menyalahi Undang-undang

Joko menjabarkan, total transaksi tersebut terdapat sejumlah jenis lelang yang strategis. Salah satu yang dominan yakni lelang Pasal 6 Undang-undang Hak Tanggungan dengan nilai transaksi lelang mencapai Rp9,9 triliun atau mencakup 28,34% dari total hasil lelang di 2022.

Selain itu, lelang harta pailit juga mengalami peningkatan transaksi pada 2022 menjadi Rp2,2 triliun. Adapun lelang sukarela menyumbang transaksi hingga Rp13,2 triliun.

Lebih lanjut, Joko menyebutkan, lelang rampasan barang sitaan Kejaksaan pada 2022 mencapai Rp625,4 miliar. Padahal di tahun 2021, nilai transaksi dari lelang jenis barang sitaan Kejaksaan hanya sebesar Rp165,4 miliar.

"Ini karena ada kasus besar yang tahun ini sudah inkracht putusannya dan proses lelangnya sudah mulai dilaksanakan, " ungkapnya.

Sementara itu, transaksi lelang barang milik negara (BMN) maupuh barang milik daerah (BMD) pada 2022 menyumbang Rp882 miliar dan lelang pengadilan mencapai Rp378,67 miliar.

Joko menambahkan bahwa pencapaian hasil lelang Rp35 triliun pada 2022 telah menyumbang pendapatan negara sebesar Rp2,78 triliun yang berasal dari pajak daerah BPHTB sebesar Rp92,2 miliar, pajak pusat PPh sebesar Rp265,6 miliar, PNBP sebesar Rp848,7 miliar, dan hasil lelang ke kas negara sebesar Rp1,5 triliun.

Ia mengatakan bahwa lelang bukan sekadar memberikan kontribusi penerimaan negara, namun juga andil dalam perekonomian dan law enforcement. Adapun lelang selama 2022, kata Joko, memiliki tiga peran bagi negara. Pertama, membantu menggerakkan roda ekonomi dengan meningkatkan potensi nilai barang, dan potensi terbukanya lapangan kerja, tercatat membukukan transaksi sebesar Rp23 triliun. Kedua, membantu pemulihan keuangan negara dan penegakan hukum.

"DJKN menjalankan peran ini melalui lelang barang rampasan, sitaan, dan barang milik negara (BMN), dengan nilai transaksi sebesar Rp2 triliun," sebut Joko.

Baca Juga: Marak Modus Penipuan Berkedok Lelang, DJKN: Kenali Ciri-Cirinya

Ia menambahkan, lelang juga berperan membantu penyelesaian nonperforming loan dan mendukung fungsi intermediasi perbankan melalui pencairan agunan dengan penjualan melalui lelang.

"Tercatat nilai transaksi pada penyelesaian nonperforming loan tahun 2022 mencapai Rp10 triliun," imbuhnya.

29