Home Ekonomi Menparekraf Sandiaga Uno Bangga, UMKM D'Mamam Berhasil IPO Saham

Menparekraf Sandiaga Uno Bangga, UMKM D'Mamam Berhasil IPO Saham

Jakarta, Gatra.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyatakan pihaknya bangga mempersembahkan salah satu UMKM binaan unggulannya yaitu PT D'Mamam Sehatin Indonesia (D’Mamam) yang kini bisa melakukan IPO saham Securities Crowdfunding yang difasilitasi oleh LBS Urun Dana.

“Kami mendorong masyarakat agar mendapatkan kesempatan untuk berkontribusi secara nyata terhadap usaha kecil menengah dengan secara langsung membeli saham D’Mamam melalui LBS urun dana,” katanya, Sabtu (21/1).

Adapun listing D'Mamam adalah hasil tindak lanjut program Islamic Creative Economy Founder Fund (ICEFF) yang telah terselenggara di tahun 2022 merupakan program untuk mempertemukan pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya subsektor kuliner, kriya, aplikasi, dan modest fashion industri halal untuk mendapatkan dukungan pembiayaan/permodalan dari lembaga keuangan dan investor.

Sementara itu, Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf/Baparekraf, Anggara Hayun Anujuprana, menjelaskan Indonesia memiliki potensi industri halal yang sangat besar, perlu peran serta pemerintah semakin mendorong para pelaku usaha untuk mengembangkan produk dan jasa halalnya.

Karena itu ia menilai program urun dana menjadi solusi tepat untuk segala jenis UMKM dalam meningkatkan kesempatan pelaku usaha dalam mendapatkan pendanaan.

D’Mamam sendiri menghadirkan homemade frozen food sehat untuk balita, yang telah memiliki izin edar BPOM RI MD dan Halal LPPOM MUI yang dibuat tanpa MSG, tanpa pengawet, dengan bahan-bahan sama berkualitasnya seperti yang ada di dapur, tanpa bahan kimia lainnya, serta sesuai kaidah WHO dimana anak usia balita hingga 5 tahun lebih diutamakan pemenuhan kebutuhan protein hewani untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya.

Produk D’Mamam memiliki protein tinggi yang telah dibuktikan melalui Informasi Nilai Gizi yang ada pada kemasan untuk mendukung tumbuh kembang optimal serta pencegahan stunting pada anak balita.

58