Home Kesehatan Ketua BKKBN Sebut Kurangnya Seks Edukasi Jadi Faktor Terjadinya Pernikahan Dini

Ketua BKKBN Sebut Kurangnya Seks Edukasi Jadi Faktor Terjadinya Pernikahan Dini

Jakarta, Gatra.com - Ketua BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan kasus nikah untuk anak usia dini cenderung memiliki banyak faktor, selain akibat dari pergaulan bebas.

"Saya temukan di lapangan banyak anak-anak yang sama-sama usia dini baik dari pihak perempuan atau lakinya, usianya mulai dari 16 hingga 17 tahun," katanya dalam diskusi Program Polemik bertajuk "Remaja, Seks Bebas dan Kita" pada Sabtu (21/01).

Hasto menambahkan, ketika ia mengunjungi daerah Temanggung, anak-anak yang telah menikah itu hanya lulusan SD dan SMP. Tentunya, fenomena ini menjadi perhatian publik. Pernikahan anak usia dini terjadi tidak hanya di pedesaan namun juga kota.

"Biasanya kejadian nikah dibawah umur ini karena komunitas plural, kemudian pendidikan mereka cenderung lebih rendah dan dari segi ekonomi juga jauh lebih rendah, sehingga kurangnya seks edukasi bisa juga jadi alasan," jelasnya.

Menurut Hasto masyarakat perlu melek edukasi seks agar pernikahan usia dini tidak terulang kembali.

"Banyak jurnal yang menunjukkan yang sebenarnya harus kita publikasi adalah pendidikan seksnya bukan pendidikan cara berhubungan seksnya. Pendidikan seks itu pendidikan untuk kesehatan si pria dan wanita bagaimana mereka menjaga vitalitas mereka," tegasnya.

22