Home Kesehatan Teknologi PGT-A Bisa Naikan Potensi Kehamilan Hingga 68 Persen

Teknologi PGT-A Bisa Naikan Potensi Kehamilan Hingga 68 Persen

Jakarta, Gatra.com - Teknologi Pre-Implantation Genetic Testing for Aneuploidy (PGT-A) mampu menaikkan persentase kehamilan. Berdasarkan studi yang dilakukan Morula Indonesia yang dilakukan sejak 2019 hingga 2022, PGT-A dapat membantu potensi kehamilan hingga 68%.

Direktur Scientific PT. Morula Indonesia, Arief Boediono menjelaskan, PGT-A merupakan teknologi bayi tabung yang mana prosesnya dilakukan deteksi terhadap masalah kromosom pada embrio. Cara ini dinilai dapat memaksimalkan keberhasilan kehamilan dalam program bayi tabung.

"Teknologi ini memungkinkan proses seleksi embrio, sehingga embrio yang dimasukan ke dalam rahim merupakan embrio dengan kromosom normal dan diharapkan mempunyai keberhasilan hamil tinggi," ujar Arief dalam konferensi pers, Minggu (24/1).

Dalam studi tersebut, diketahui pula 68% potensi kehamilan yang dibatu oleh PGT-A berada di rentang usia 38 hingga 39 tahun. Sementara untuk usia 40 tahun keatas, teknologi tersebut dapat menaikkan potensi hingga 46%.

Dalam data penelitian tersebut juga terjabarkan bahwa untuk pasien dengan rentang usia 36 hingga 44 tahun umumnya memiliki angka kromosom normal yang jumlahnya lebih rendah dibandingkan kromosom tidak normal.

Data tersebut menunjukan bahwa teknologi PGT-A sejatinya direkomendasikan pada pasien dalam kelompok usia tersebut. Agar, tujuan healthy embryo-healthy baby dapat terpenuhi.

"Teknologi ini pun dapat mengidentifikasi embrio dengan kromosom seks normatif atau sehat. Dalam bahasa awal, dikenal dengan deteksi jenis kelamin yang normal," tuturnya.

Terakhir, PGT-A juga diketahui dapat mengantisipasi timbulnya penyakit pada bayi. Dijelaskan Arief, kegagalan program bayi tabung umumnya disebabkan kromosom yang tidak normal.

Hal tersebut terjadi pada saat proses pembentukan sel telur, sperma, dan saat perkembangan embrio. Hal tersebut bisa menyebabkan kromosom terlalu sedikit atau banyak, hingga hilangnya atau bertambahnya DNA.

"Kelainan diatas menyebabkan Down Syndrome dan Edwards Syndrome, dan kelainan dari jenis kelamin bayi seperti Turner Syndrome, Jacob Syndrome, serta 60% keguguran," paparnya.

20