Home Hukum Kapolri Beri Penghargaan Luar Biasa kepada 154 Personel Bongkar 1.278 Ton Narkoba

Kapolri Beri Penghargaan Luar Biasa kepada 154 Personel Bongkar 1.278 Ton Narkoba

Jakarta, Gatra.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyerahkan penghargaan berupa pin emas dan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) kepada 154 personel yang sukses mengungkap peredaran 1.278 ton sabu.

Adapun 154 personel itu merupakan personel gabungan yang tergabung dalam Tim 'Dewa Ruci 2021' bentukkan Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnakroba) Bareskrim Polri.

Kegiatan seremonial pemberian pin emas dan KPLB itu dipimpin Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Agus Andrianto mewakili Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Aula Gedung Bareskrim, Rabu, (25/1).

Baca Juga: Bea Cukai – Polri Amankan 1.278 Ton Sabu

"Dengan peran masing-masing telah berhasil menunjukkan prestasi, kerja keras dan kinerja yang maksimal, sehingga di beri penghargaan oleh pimpinan tertinggi Polri dalam hal ini Bapak Kapolri dalam bentuk pemberian pin emas Kapolri dan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB)," kata Agus.

Sejumlah 154 personel itu terdiri dari 120 personel Polri dari satuan Bareskrim Polri, Polda Aceh, Baintelkam Polri. Mereka mendapat penghargaan KPLB.

Sementara itu, 34 personel Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai mendpaat penghargaan pin emas Kapolri.

Mereka berhasil mengungkap sindikat narkotika jaringan internasional, yakni jaringan Timur Tengah-Malaysia-Indonesia. Selama beroperasi, total ada 1.278 ton sabu yang disita.

Baca Juga: Polri Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, Sabu Disembunyikan dalam Keramik

Agus mengatakan operasi ‘Dewa Ruci’ berlangsung sejak 19 Februari 2021 sampai 29 April 2021. Menurutnya, operasi ini disebut operasi di laut terbesar.

"Barang bukti yang berhasil disita pada operasi tersebut adalah narkotika jenis sabu sebanyak 1.278 ton dan menahan 6 orang tersangka WNI dan 1 tersangka WNA Malaysia," katanya.

Agus pun menjelaskan, modus operandi yang digunakan para tersangka yaitu menyelundupkan narkoba melalui jalur laut dengan kapal besar (mother ship) dari Timur Tengah.

Barang haram yang dikemas menggunakan kotak plastik itu kemudian dipindahkan di tengah laut (ship to ship) ke kapal nelayan lokal untuk dibawa ke daratan kawasan Indonesia.

"Saya sebagai Kabareskrim Polri mengetahui persis bagaimana perjuangan yang telah dilakukan oleh tim karena selalu dilaporkan oleh Dirtipidnarkoba terkait progres pelaksanaan operasi,” ujar Agus.

“Bagaimana tim lapangan meninggalkan keluarga tercinta selama berbulan-bulan, pernah menghadapi badai dan mati mesin di tengah laut dengan logistik yang telah minim atau menghadapi cuaca ganas di tengah laut dengan kapal seadanya," imbuhnya.

41