Home Ekonomi Menteri Bahlil Ungkap Alasan Indonesia Jadi Destinasi Investasi Asing

Menteri Bahlil Ungkap Alasan Indonesia Jadi Destinasi Investasi Asing

Jakarta, Gatra.com -  Menteri Investasi/Kepala Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkap sejumlah alasan mengapa Indonesia jadi destinasi investasi asing. Ia menyebut saat ini aliran modal asing atau foreign direct investment (FDI) ke Indonesia "lagi bagus-bagusnya".

Menurut Bahlil, hal itu tak lepas dari stabilitas politik dan hukum di Indonesia sehingga banyak investor asing tertarik menanamkan modalnya. Pergantian kepala negara di Indonesia juga cenderung konsisten, dilakukan setiap lima tahun sekali melalui pemilihan umum.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Diklaim akan Tetap Kuat di Tahun Politik, Bagaimana Analisisnya?

"Kita jarang terjadi gejolak politik pergantian kepemimpinan setiap satu tahun sekali, itu enggak ada," ujar Bahlil dalam diskusi publik Indef bertajuk "Can Indonesia Boost Investment Through Friendshoring" secara virtual, Rabu (8/2).

Secara hukum, Bahlil menyebut pemerintah Indonesia juga sangat fokus pada pemberantasan korupsi. Salah satunya, dengan reformasi berbagai kebijakan yang tumpang tindih. Perancangan kebijakan kini dibuat untuk menciptakan ruang yang kompetitif dalam menciptakan investasi di dalam negeri.

Lain itu, jumlah penduduk Indonesia yang besar, menurut Bahlil, juga menjadi daya tarik asing berinvestasi. Diketahui, jumlah penduduk Indonesia mencakup 43% dari total penduduk di ASEAN, menjadi terbesar ke-4 di dunia. "Inilah pasar yang sangat besar, sangat luar biasa sekali," sebutnya.

Baca Juga: Empat Perusahaan Resmi IPO, Cek Pergerakan Harga Sahamnya

Di samping sumber daya alam yang melimpah, dan potensi sumber energi baru dan energi terbarukan (EBET) yang besar, Bahlil mengatakan Indonesia juga memiliki potensi karbon terbesar ketiga di dunia. Deretan potensi itu menjadi nilai tambah bagi Indonesia menarik minat investor asing.

Sebagai informasi, BKPM mencatat sepanjang 2022 total aliran modal FDI yang masuk ke Indonesia mencapai Rp654,4 triliun atau 54,2% dari total realisasi investasi sebesar Rp1.207,2 triliun. FDI tumbuh 44,1% secara tahunan (yoy). 

"Ini menunjukkan bahwa global menaruh harapan dan kepercayaan besar pada Indonesia," imbuh Bahlil.

64