Home Internasional Serangan Maut Tentara Israel di Nablus, 10 Warga Palestina Tewas

Serangan Maut Tentara Israel di Nablus, 10 Warga Palestina Tewas

Tepi Barat, Gatra.com - Kota Nablus di Tepi Barat utara, pusat komersial Palestina, boleh dikatakan menyerupai zona perang pada hari Rabu (22/2). Kejadian itu berlangsung setelah serangan militer Israel pada siang hari, yang memicu baku tembak menewaskan sedikitnya 10 warga Palestina, dan melukai lebih dari 100 lainnya.

The Associated Press, Kamis (23/2) melaporkan, kejadia itu akibat eskalasi berdarah terbaru dalam gelombang serangan Israel selama berbulan-bulan ke wilayah pendudukan, yang telah menyebabkan kematian sekitar 200 warga Palestina dan penangkapan setidaknya 2.600 lainnya. 

Bulan lalu, serangan mematikan serupa di kota Jenin di Tepi Barat utara, memicu serangan Palestina di luar sinagoga di Yerusalem dan ledakan tembakan roket dari Gaza.

Periode kekerasan yang meningkat di Tepi Barat dan Yerusalem timur ini telah mendorong terjadinya pemberntukan intifada kedua, atau pemberontakan Palestina, pada awal tahun 2000-an, sehingga memicu kekhawatiran akan pertumpahan darah lebih lanjut di bawah pemerintahan paling kanan dalam sejarah Israel. 

Koalisi ultranasionalis baru Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah berjanji untuk mengambil sikap garis keras terhadap Palestina, dan untuk mempertahankan kekuasaan Israel atas tanah yang mereka cari untuk ‘negara masa depan’.

Mengapa tentara Israel memasuki Nablus?

Sebagian besar kekerasan antara Israel dan Palestina selama setahun terakhir terfokus pada Nablus, dan kota terdekat Jenin. Militer Israel mengatakan serangan Rabu siang itu menargetkan sekelompok pemuda bersenjata yang berbasis di Nablus, yang dikenal sebagai Sarang Singa, yang muncul tahun lalu. 

Kelompok ini semakin populer di kalangan warga Palestina yang melihat mereka sebagai pahlawan untuk melawan pendudukan terbuka Israel di Tepi Barat, yang sekarang memasuki tahun ke-56. 

Meskipun Sarang Singa menggambarkan dirinya independen dari faksi-faksi Palestina yang mapan, para ahli mengatakan kelompok itu didanai oleh kelompok militan Hamas dan Jihad Islam Palestina. 

Israel menyalahkan Sarang Singa atas serangkaian penembakan yang ditujukan pada pasukan dan permukiman Israel dalam beberapa bulan terakhir, termasuk yang menewaskan seorang tentara Oktober lalu.

Mengapa penggerebekan terjadi pada siang hari?
 

Tentara Israel biasanya menyerang kota-kota di Tepi Barat larut malam --apa yang dikatakan sebagai taktik yang dimaksudkan untuk mengurangi risiko korban sipil. Namun pada hari Rabu, ketika kendaraan militer Israel bergemuruh ke Kota Tua Nablus, rumah-rumah dan toko-tokonya dipenuhi dengan pedagang dan penduduk yang melakukan rutinitas mereka. 

Pertempuran antara pasukan keamanan Israel dan orang-orang bersenjata Palestina meletus di gang-gang batu dan tentara Israel bahkan menembakkan rudal ke sebuah rumah, setelah militan yang bersembunyi di sana menolak untuk menyerah. 

Militer Israel mengatakan dinas intelijen telah melacak tiga buronan anggota Lion's Den, termasuk satu yang terlibat dalam pembunuhan tentara Israel musim gugur yang lalu, dan menentukan bahwa mereka semua berada di rumah yang sama - menawarkan peluang sebagai menargetkan mereka.

Siapa yang tewas dalam penggerebekan itu?
 

Sedikitnya 10 warga Palestina tewas, termasuk yang berusia 16 tahun, dan ada berusia 72 tahun, dan 61 tahun. The Lion's Den mengklaim enam orang mati sebagai anggotanya. 

Pria lain terbunuh dalam keadaan yang tidak jelas, yang menurut tentara Israel sedang diselidiki. Rekaman CCTV yang dibagikan secara online menunjukkan dua pria muda, tampaknya tidak bersenjata, ditembak setelah berlari di jalan, menjauh dari gema tembakan. 

Video lain yang beredar di media sosial, dibenarkan oleh para saksi, memperlihatkan jenazah Adnan Baara yang berusia 72 tahun terkulai di tanah pasar Kota Tua, pakaiannya tertutup debu, di samping gerobak roti. 

"Kami sedang memeriksa semuanya," kata Letnan Kolonel Richard Hecht, seorang juru bicara militer. Menurut penghitungan oleh The Associated Press, sepanjang tahun ini, setidaknya 59 warga Palestina telah tewas di Tepi Barat dan Yerusalem timur.

Mengapa jumlah kematian begitu tinggi?
 

Militer Israel mengatakan bahwa pasukannya mendapat serangan hebat saat mereka menyerbu ke kota. Laki-laki muda Palestina semakin sering mengangkat senjata dan mengorganisir diri menjadi kelompok-kelompok militan kecil. 

Tekanan tentara Israel meningkat dan berusaha mengejar mereka sejak tahun lalu, sehingga menyebabkan pertumpahan darah di Tepi Barat pada tingkat yang tidak terlihat sejak 2004. 

Muak dengan pendudukan Israel yang membatasi hidup mereka dan kecewa dengan proses perdamaian yang telah lama menemui jalan buntu dan Otoritas Palestina yang tidak populer yang menjalankan kontrol terbatas di beberapa bagian Tepi Barat, membuat banyak anak muda Palestina memberontak setelah menerima senjata M-16, --sering kali diselundupkan dari pangkalan militer Israel atau negara tetangga Yordania. 

Alih-alih melemparkan batu ke pasukan yang memasuki kota mereka, mereka melepaskan tembakan. Pasukan Israel balas menembak. Selama penggerebekan ke kamp pengungsi Jenin bulan lalu, 10 warga Palestina tewas.

Apa yang terjadi selanjutnya?
 

Kelompok militan yang menguasai Jalur Gaza, Hamas, mengeluarkan ancaman terselubung setelah serangan mematikan itu. Mereka mengatakan "kesabarannya hampir habis". 

Pejabat senior Palestina Hussein al-Sheikh mengatakan bahwa Otoritas Palestina sedang mempertimbangkan untuk mengambil langkah-langkah di semua tingkatan sebagai tanggapan, tanpa menjelaskan lebih lanjut. Pilihannya terbatas. Setelah penggerebekan bulan lalu di Jenin, PA menangguhkan koordinasi keamanan dengan Israel --sebuah langkah yang telah diumumkan sebelumnya dengan dampak kecil. 

Meskipun Israel mengatakan bahwa serangan penangkapan yang ditingkatkan di Tepi Barat dimaksudkan untuk mencegah serangan di masa depan, warga Palestina dan kritikus mengatakan bahwa operasi tersebut hanya mengobarkan siklus kebencian dan pertumpahan darah yang tak henti-hentinya. 

Sarang Singa pada hari Rabu menjanjikan balas dendam. 

"Besarnya rasa sakit yang menimpa Nablus hari ini," ia memperingatkan, "Israel akan menelan dua kali lebih banyak," seru mereka.

187