Home Apa Siapa Filosi Menjadi Wapres, Ma’ruf Amin: Seperti Pemain Badminton

Filosi Menjadi Wapres, Ma’ruf Amin: Seperti Pemain Badminton

Jakarta, Gatra.com - Suatu kali saat di Singapura, Wakil Presiden Ma’ruf Amin pernah ditanya publik disana. Waktu itu, dia masih jadi kandidat calon wakil presiden, mendampingi Joko Widodo yang akan maju dalam bursa pemilihan Capres-Cawapres di Indonesia. Ma’ruf ditanya, bagaimana nanti model kerjasamanya saat ia mendampingi Jokowi, memimpin Indonesia.

 “Ini memang pertanyaan sulit,” cerita Ma’ruf saat acara peluncuran buku tentang dirinya yang berjudul 'Kiai Wapres, Wapres Kiai' menyambut hari ulang tahunnya yang ke-80 di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta Pusat, Sabtu (11/3). Wapres Ma’ruf Amin lahir pada 11 Maret 1943. “Pertayaan sulit karena saya memang belum pernah jadi wakil presiden,” guraunya. 

Namun, Ma’ruf ternyata punya jawaban menarik saat itu. “Jadi saya bilang begini, nanti kalau jadi Wapres saya bekerja seperti orang badminton saja,” terangnya. Menurutnya, dalam bekerja sebagai wakil Jokowi, Ma’ruf mengaku akan bermain seperti pasangan ganda saat bermain badminton.

“Kalau pasangan saya ke depan saya ke belakang. Kalau pasangan saya ke kanan, saya ke kiri. Kalau pasangan saya ke depan, saya ke belakang. Sehingga tidak terjadi tabrakan,” ujarnya. “saya memang suka badminton,” tambah Ma’ruf lagi.

Dengan filosofi seperti main badminton itulah, menurut Ma’ruf, ia dan Jokowi bisa saling mengisi peran satu sama lain. Sehingga Ma’ruf juga berharap ia bersama Presiden Jokowi bisa menyelesaikan tugas memimpin negara hingga akhir 2024 dengan baik.

“Mudah-mudahan sampai akhir 2024 menjadi husnul khatimah, amin ya rabbal alamin. Dan soal berapa hasilnya, bagaimana penilaian itu masyarakat yang akan menilai, Allah akan memberi penialaian yang paling benar paling adil, untuk menghitubg skor yang pasti benarnya itu dari Allah,” katanya..

Wakil Presiden (Wapres) K. H. Ma’ruf Amin meluncurkan Buku “80 Tahun Prof. Dr. K. H. Ma’ruf Amin: Kiai Wapres, Wapres Kiai”. Dalam kesempatan itu, Wapres memberikan apresiasi terhadap peluncuran buku, dan berharap buku ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. "Saya menyampaikan terima kasih kepada panitia, mudah-mudahan buku ini memberi manfaat," katanya.

Peluncuran buku ini ditandai dengan penandatanganan secara digital oleh Wapres, yang didampingi Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, dan Sutta Dharmasaputra selaku Pemimpin Redaksi Harian Kompas.

Usai penandatanganan digital buku, Wapres secara simbolik menyerahkan buku kepada Wakil Presiden ke-10 dan 12 Muhammad Jusuf Kalla, dan kepada sejumlah menteri di kabinet Indonesia Maju.

31