Home Hukum Kasus BTS Kominfo, Kejagung: Adik Menkominfo Kembalikan Uang secara Sukarela

Kasus BTS Kominfo, Kejagung: Adik Menkominfo Kembalikan Uang secara Sukarela

Jakarta, Gatra.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkapkan bahwa adik dari Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate, yakni Gregorius Alex Plate (GAP) telah mengembalikan uang tunai senilai Rp534 juta kepada Kejagung.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Kuntadi mengatakan, pengembalian tersebut terkait dugaan kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), dalam penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika Tahun 2020- 2022.

“Namun yang jelas sampai saat ini, fasilitas yang dia terima telah dikembalikan sejumlah Rp534 juta, itu sudah dikembalikan,” ungkap Kuntadi di Kejagung, Jakarta (13/3).

Baca Juga: Kasus Korupsi BTS 4G, Kejagung Periksa Direktur Sumacom

Dalam kesempatan yang sama Kuntadi mengatakan bahwa adik dari Menkominfo tersebut melakukan pengembalian uang tersebut secara sukarela. Meskipun GAP telah mengembalikan uang tersebut, proses penyidikan akan terus berlanjut.

Kuntadi menambahkan, untuk pemeriksaan terhadap GAP tersebut tidak dapat dijelaskan secara detail, sebab merupakan bagian dari materi penyidikan yang tidak bisa dibeberkan kepada publik.

Baca Juga: Korupsi BTS 4G, Kejagung Periksa Human Development UI hingga Pihak Money Changer

Hingga saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman dan penelusuran terhadap peran dari adik Menkominfo dalam kasus korupsi BTS 4G BAKTI Kominfo ini.

“Apakah itu berpotensi mendudukkan dia jadi tersangka, makanya itu masih kita dalami perannya seperti apa,” tandas Kuntadi.

Sebelumnya, penyidik Kejagung telah melakukan pemeriksaan terhadap Johnny pada Februari lalu. Pemeriksaan diketahui dilakukan selama 10 jam terkait kasus Korupsi proyek pembangunan BTS di Kominfo, yang dilakukan oleh Badan Layanan Usaha Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).

Diketahui, proyek pembangunan BTS 4G ini merupakan proyek tahunan yang menelan biaya sekitar Rp11 triliun. Pembangunann dalam proyek ini sekitar 9.000 tower di ribuan desa terpencil di Indonesia.

41