Home Ekonomi Nilai Tukar Petani di NTB Turun, Ada Apa?

Nilai Tukar Petani di NTB Turun, Ada Apa?

Mataram, Gatra.com- Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib). NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. Ini juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

“NTP di Provinsi NTB bulan Maret 2023 sebesar 110,63 atau turun 0,61 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan penurunan Indeks Harga yang diterima petani sebesar 0,34 persen sedangkan Indeks Harga yang dibayar petani naik sebesar 0,27 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB Wahyudin dalam keterangan persnya yang diterima Gatra.com, Sabtu (8/4).

Dikatakan, sebagian besar NTP di daerah ini bernilai di atas 100, kecuali untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat yaitu sebesar 89,66. Adapun nilai NTP sub sektor lainnya masing-masing yaitu subsektor tanaman pangan sebesar 110,28, subsektor hortikultura sebesar 141,27, subsektor peternakan sebesar 102,54, dan subsektor perikanan sebesar 111,94,” kata Wahyudin.

Pada Maret 2023 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Provinsi NTB sebesar 0,32 perse. Kenaikan ini disebabkan oleh kenaikan indeks pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau, pakaian, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga serta kelompok pengeluaran lainnya.

Kecuali itu, kata Wahyudin Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi NTB Maret 2023 sebesar 111,41 atau turun 0,51 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

155