Home Politik Pengamat Sebut Jokowi-Mega King Maker Penentu Capres Koalisi Besar

Pengamat Sebut Jokowi-Mega King Maker Penentu Capres Koalisi Besar

Jakarta, Gatra.com - Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo menilai bahwa Presiden RI Joko Widodo dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memiliki andil sebagai penentu sosok pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (Capres-cawapres) usungan koalisi besar dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

"Yang jelas, koalisi besar ini tidak bisa dilepaskan memang kuasanya ada di ketum-ketum (ketua umum) partai politik dari enam partai politik, tapi orkestrasinya itu bergantung dua tokoh sebagai king maker. Yang pertama ada Pak Jokowi, yang kedua adalah Bu Megawati," kata Ari Nurcahyo, dalam diskusi PARA Syndicate, Jumat (14/4).

Sebagai informasi, koalisi besar tersebut merupakan gabungan dari partai-partai politik anggota Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR), yakni Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), serta Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), yakni Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Artinya, menurut Ari, ketua umum dari keenam partai politik itu akan memiliki andil besar dalam pengusungan pasangan capres-cawapres koalisi besar. Andil itu, katanya, dibarengi dengan posisi PDI Perjuangan yang juga dinilainya dapat menentukan skenario pembentukan koalisi besar jelang kontestasi politik lima tahunan itu.

Menurutnya, PDI Perjuangan memiliki dua opsi untuk bergabung dengan koalisi besar. Pertama, bergabung dengan keduanya dan menciptakan sebuah koalisi yang berisi enam partai politik. Kedua, bergabung dengan salah satu dari Koalisi KIR ataupun KIB untuk menciptakan tiga poros capres-cawapres pada Pilpres 2024, sehingga kedua koalisi itu dapat kembali bergabung secara paripurna pada putaran kedua pemilihan.

"Sikap PDI Perjuangan juga bergantung siapa capres dan cawapres yang akan diusung oleh PDI Perjuangan bersama koalisi," ujarnya.

Dengan kata lain, baik Jokowi maupun Megawati diprediksi akan mempertimbangkan sosok yang paling cocok untuk mengisi kursi RI 1 sepanjang periode 2024-2029 nanti. Ari pun menilai, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat ini menjadi kandidat teratas dalam pertimbangan nama bakal capres Jokowi.

"Jadi memang, Pak Jokowi ingin menampilkan 'I am the king maker', tapi Pak Jokowi juga tidak ingin melepaskan ikatan politiknya dengan Bu Mega, tapi juga ingin mengorkestrasi partai-partai politik yang ada, sambil menimbang, siapa nih, Prabowo atau Ganjar, Ganjar atau Prabowo, Prabowo-Ganjar, atau Ganjar-Prabowo," tandasnya.

96