Home Gaya Hidup Ini 5 Tips Mudik Sehat ala Eks Petinggi WHO Asia Tenggara

Ini 5 Tips Mudik Sehat ala Eks Petinggi WHO Asia Tenggara

Jakarta, Gatra.com – Bulan Suci Ramadan 1444 H hampir usai. Itu merupakan pertanda bahwa Hari Raya Idulfitri juga kian dekat. Untuk merayakan hari kemenangan itu, umat muslim biasanya berbondong-bondong pulang ke kampung halaman untuk merayakannya bersama keluarga. Budaya ini disebut juga mudik.

 

Namun, kerap kali mudik cukup memakan waktu di dalam perjalanannya. Karena memakan waktu banyak, tak jarang perjalanan yang melelahkan itu juga menguras energi fisik dan mental. Oleh karena itu, dibutuhkan cara-cara jitu agar perjalanan mudik tetap nyaman dan sampai tujuan dengan selamat.

 

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof. Tjandra Yoga Aditama, mengungkapkan ada lima tips agar perjalanan mudik tetap nyaman. Pertama, pemudik harus mengoptimalkan persiapan sebaik mungkin.

 

“Berangkat berkendaralah dalam keadaan sehat. Jangan mengemudi kalau badan terasa kurang sehat atau segar. Sebelum berangkat mudik maka periksalah kondisi kendaraan Anda,” kata Tjandra dalam keterangan tertulis pada Rabu malam yang diterima Gatra, (19/4/2023).

 

Terlebih lagi kalau pemudik membawa bayi atau anak. Menurut Tjandra, orang tua wajib membawa bekal yang cukup, makanan bayi atau anak, popok, bedak, bantal, mainan, dan sebagainya, termasuk antisipasi kalau-kalau terkena kemacetan panjang.

 

Di samping itu, Tjandra juga mengingatkan pemudik agar selalu membawa obat-obat yang diperlukan selama perjalanan mudik, baik obat-obat yang memang rutin dikonsumsi untuk penyakit kronik, maupun obat darurat yang diperlukan.

 

Kedua, Tjandra menyarankan agar pemudik mengambil waktu istirahat di tengah-tengah perjalanan apabila memang tubuh terasa lelah. Menurutnya, interval istirahat yang ideal dan cukup bagi pemudik adalah setiap empat jam sekali.

 

Selain itu, ia juga mengingatkan agar pemudik selalu mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas lalu lintas. Pengendara sepeda motor, kata dia, harus menggunakan helm, sementara pengendara mobil harus memasang sabuk pengaman saat berkendara demi keamanan dan keselamatan selama perjalanan jangan ngebut.

 

“Sebaiknya jangan membawa anak mudik dengan sepeda motor, apalagi untuk perjalanan jauh karena sangat melelahkan untuk anak,” ujar Tjandra yang juga merupakan Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI itu.

 

Ketiga, Tjandra menyarankan agar pemudik menyegerakan diri untuk menyambangi pos kesehatan, puskesmas, atau rumah sakit (RS) di sepanjang jalur mudik apabila mengalami keluhan sakit selama perjalanan mudik.

 

Tjandra mengingat kembali cerita ketika masih bertugas sebagai Dirjen Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan. Setiap menjelang arus mudik, kata dia, ia selalu turun ke lapangan untuk melihat kesiapan pos kesehatan ini.

 

Keempat, Tjandra juga menyarankan agar pemudik selalu memperhatikan kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi selama perjalanan mudik. “Jangan jajan sembarangan, dan selalu cuci tangan secara berkala,” katanya.

 

Alangkah lebih baik, kata Tjandra, apabila selama perjalanan pemudik tidak mengonsumsi makanan yang terlalu pedas atau terlalu asam, atau setidaknya menghindari makanan dan minuman yang mudah mengiritasi saluran pencernaan. “Jangan mau menerima begitu saja minuman dan makanan dari orang yang tidak dikenal,” katanya.

 

Terakhir, tips kelima, Tjandra menyarankan agar pemudik tetap memperhatiikan protokol kesehatan Covid-19. Di satu sisi, kata dia, bisa disyukuri bahwa pandemi korona sudah terkendali. Namun, ia juga mengingatkan bahwa kasus positif Covid-19 varian Arcturus kian meningkat belakangan ini. Jumlah kasus menyentuh angka seribuan dan jumlah kematian meningkat hingga dua digit.

 

Untuk itu, Tjandra menyarankan agar pemudik memperhatikan tiga hal penting terkait potensi penularan Covid-19 selama mudik. Pertama, kalau ada keluhan yang curiga ke arah Covid-19, maka pemudik bisa segera memeriksakan diri, bila perlu melakukan pemeriksaan antigen dan atau PCR.

 

Kedua, ia menyarankan agar pemudik sebaiknya sudah mendapatkan vaksin booster sebelum pulang ke kampung halaman. Ketiga, bagi kelompok rentan (lansia, orang dengan komorbid, dll.), perlu lebih waspada, misalnya dengan tetap menggunakan masker di ruang tertutup dan di dalam kendaraan.

 

“Tentu kita tidak ingin akan ada banyak yang tertular Covid-19 selama masa sibuk arus mudik dan balik, apalagi sudah kita ketahui bersama bahwa varian Arcturus sekarang ini memang lebih mudah menular daripada varian sebelumnya,” pungkas Tjandra.

 

30