Home Politik PPP Bantah KIB Deadlock soal Pilihan Capres

PPP Bantah KIB Deadlock soal Pilihan Capres

Jakarta, Gatra.com - Plt. Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Mardiono membantah pernyataan yang menyebut Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) menemui deadlock dalam pembahasan sosok calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres), untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Mardiono mengaku PPP masih menjalin dialog yang baik bersama dua partai politik anggota KIB lainnya, yakni Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN).

"Oh, enggak, enggak. Enggak ada deadlock ya. Kami tetap komunikasi baik, kami tetap berjalan. Nanti dinyatakan deadlock itu apabila pilihannya memang sudah berbeda," jelas Mardiono saat ditemui awak media di Kantor DPP PPP, Jakarta Pusat, pada Senin (29/5).

Baca Juga: Mardiono: KIB Tidak Bubar, PPP Mengajak KIB Ikut Pilihannya

Diketahui, PPP telah mendeklarasikan dukungan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk maju sebagai capres dalam kontestasi pemilu tahun depan, pada akhir April lalu. Dukungan itu PPP berikan menyusul pengusungan Ganjar yang dilakukan oleh PDI Perjuangan beberapa waktu sebelumnya.

Di sisi lain, Partai Golkar dan PAN hingga saat ini masih belum menunjukkan kecenderungan kedua partai politik itu turut mengusung Ganjar seperti PPP maupun PDI Perjuangan. Meski begitu, Mardiono menilai kecenderungan itu tak dapat diartikan sebagai perbedaan pandangan yang kemudian menyebabkan terjadinya deadlock.

Baca Juga: Soal PPP Usung Ganjar, KIB: Ada Mekanisme untuk Tak Campuri Urusan Internal Partai

"Manakala nanti kemudian pilihan presidennya sudah berbeda, pilihan wakil presidennya sudah berbeda, nah itu barulah dinyatakan KIB sudah tidak bersatu lagi, tapi harapan saya, dan saya meyakini bahwa KIB akan tetap bersatu di masa yang akan datang," katanya.

Mardiono menegaskan bahwa KIB sampai saat ini belum bubar dan bahkan masih berjalan solid. Hal itu, kata Mardiono, diperkuat dengan belum adanya deklarasi secara resmi yang menyatakan bahwa ketiga partai yang tergabung dalam KIB memiliki pilihan capres, yang berbeda hingga saat ini.

69