Home Pendidikan Tinjau Unsada, Kaisar Jepang Diskusi Tentang Budaya dan Pendidikan

Tinjau Unsada, Kaisar Jepang Diskusi Tentang Budaya dan Pendidikan

Jakarta, Gatra.com - Kaisar Jepang Hironomiya Naruhito dan Permaisuri Masako melakukan kunjungan ke Universitas Darma Persada (Unsada), Jakarta. Kegiatan ini menjadi rangkaian kunjungan Kaisar Jepang ke Indonesia.

Dalam kunjungannya di Unsada, Kaisar Naruhito meninjau sejumlah kegiatan mahasiswa dan berdiskusi dengan alumni-alumni lulusan kampus di Jepang.

Rombongan Kaisar dan Permaisuri diterima oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Melati Sakura, Ginandjar Kartasasmita. dalam sambutannya, Ginanjar menyebut kunjungan Kaisar Jepang kali ini terasa sangat istimewa. Mengingat Indonesia menjadi negara pertama yang dipilih Kaisar Naruhito sejak dinobatkan menjadi Kaisar Jepang ke-126 pada 2019 silam.

“Harapannya, ini jadi momentum mempererat kerjasama Indonesia dan Jepang di bidang sosial, pendidikan, dan budaya. Kedepan kerjasama diharapkan akan terus berlanjut,” kata Ginandjar di Kampus Unsada, Selasa (20/6).

Sementara itu, para alumni lulusan Jepang yang hadir mewakili pun diantaranya Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel, Wakil Menteri kesehatan Dante Saksono, Kepala BRIN Laksana T. Handoko, Rektor UNPAD Rina Indiastuti.

Dalam penjelasannya sebagai alumni Universitas Yamanashi, Dante mengakui bahwa Indonesia masih butuh kolaborasi bersama Jepang, khususnya dalam sektor kesehatan. Saat ini, Indonesia Bahan Baku Obat (BBO) Indonesia 95 persen masih impor. Sehingga, dengan adanya kerjasama antar dua negara, diharapkan transfer ilmu dan teknologi terjadi.

“Kami harap kerjasama strategis Jepang-Indonesia hadir di tengah upaya untuk menghadirkan kemandirian kesehatan bagi Indonesia,” ujarnya.

Disisi lain, Rektor Unsada, Tri Mardjoko, mengungkapkan bahwa lawatan Kaisar Naruhito sekaligus ingin melihat perkembangan penyiapan keterampilan mahasiswa di Unsada. Seperti diketahui, Unsada memang memiliki kerjasama erat dengan kultur budaya dan pendidikan di Jepang.

Dari diskusi tersebut pihaknya juga mendapat masukan dari Kaisar Naruhito tentang perkembangan sumber daya manusia dan keterampilan yang dibutuhkan di Jepang saat ini. Misalnya saja mencakup keterampilan di bidang kebudayaan.

“Pesannya tadi, untuk mahasiswa yang memang ingin berkarir atau bersekolah di Jepang nantinya harus memahami budaya dan bahasa Jepang. Tentu ini kami siapkan dengan mewajibkan mahasiswa belajar bahasa Jepang selama 2 semester,” tuturnya.

245