Home Ekonomi Kerjasama Inkoppas-Sinolib-Caesiumlab Wujudkan Ketahanan Pangan dan Energi

Kerjasama Inkoppas-Sinolib-Caesiumlab Wujudkan Ketahanan Pangan dan Energi

Jakarta, Gatra.com - Untuk mendukung program ketahanan pangan dan energi terbarukan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas), Sinolib dan Caesiumlab meneken Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepakatan kerjasama untuk pengembangan perkebunan terpadu di Indonesia.

 

Penandatanganan MoU dilakukan pada puncak peringatan Hari Koperasi Indonesia, di Jakarta, pada Rabu, 12 Juli 2023, disaksikan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

 

MoU ditekan oleh Ketua Umum Dekopin Dr. Sri Untari Bisowano, Ketua Umum Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) Yudianto Tri, Managing Director SINOLIB Michael Soh, dan Dr. Manivanan (Managing Director CAESIUM LAB)

 

“Kerjasama ini akan mengembangkan pertanian dengan komoditas utama sorgum, tebu, singkong dan potensi tanaman unggulan lain, menyesuaikan dengan kondisi tanah dan cuaca di daerah setempat,” ujar Ketua Umum Inkoppas, Yudianto Tri, kepada wartawan, saat konfrensi pers di Jakarta, Jumat (14/7/2023).

 

Hadir dalam acara ini Presiden Direktur SINOLIB Miao Xin dan Managing Director Caesium Lab Dr. Manivanan serta Ketua Koperasi Dompu Agriculture Indonesia (DAI) Nusa Tenggara Barat (NTB) Arifin.

 

Untuk produksi energi terbarukan, jelas Yudianto, pihaknya akan memproduksi bio etanol dan bio metanol. Untuk menghasilkan kedua energi terbarukan tersebut, juga akan disiapkan pembangunan pabriknya.

 

Pembangunan pabrik bio etanol dan bio metanol terintegrasi dengan peternakan untuk memanfaatkan limbah kebun dan produksi sebaga pakan ternak.

 

Pabrik terintegrasi diimplementasikan pada lahan seluas minimum 50 ribu hektare untuk efektifitas dan efisiensi integrasi, yang bisa dibangun di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa.

 

“Komitmen bantuan finansial dan teknologi sudah kita dapatkan dari investor China dan Singapura. Ini yang terpenting (komitmen) dan kita akan bersinergi dengan stakeholder terkait dan pemerintah (pusat dan daerah),” ucap Yudianto.

 

Sementara Presiden Direktur SINOLIB Miao Xin menyampaikan, untuk research and development (R&D) dibantu oleh Chinese Academy of Agricultural Sciences. Sinolib menyediakan dukungan pendanaan kerjasama, teknologi terkini dan pemasaran terintegrasi.

 

“Kami melihat masih banyak lahan-lahan terbengkalai belum dioptimalkan menjadi produktif. Untuk itu kami menyambut baik kerjasama ini, dan berharap bisa segera direalisasikan,” ujar Mrs Miao Xin.

 

Untuk Caesiumlab, Dr Marivanan menjelaskan bahwa pihaknya akan memberikan dukungan solusi fintech, aplikasi terdesentralisasi dan ekonomi digital terintegrasi.

 

Yudianto mengatakan tujuan dari kerjasama ini untuk mengelola lahan perkebunan secara optimal dan memberikan hasil ekonomi secara maksimal. Khususnya kepada seluruh pemangku kepentingan, baik kepada koperasi, anggota koperasi, petani, UKM dan yang lainnya.

 

“Ini murni kerjasama bisnis to bisnis, kami butuh dukungan pemerintah saja agar program ini berjalan. Pemerintah tidak perlu mengeluarkan biaya,” ujar Yudianto.

 

Untuk merealisasikan MoU di atas, Inkoppas menggandeng Koperasi DAI, di NTB. Koperasi DAI menyatakan kesanggupannya menyediakan lahan 50 ribu hektare. Akhir tahun ini ditargetkan para petani sudah bisa mulai menanam di Kabupaten Dompu, NTB.

 

“Kami melihat kerjasama ini peluang meningkatkan kesejahteraan petani di Dompu, khususnya yang bergabung di Koperasi DAI. Karena dalam pembicaraan awal ada kepastian harga dan jualnya,” ujar Arifin.

 

Untuk lahan 50 ribu hektar, jelas Arifin, memang tidak terkumpul dalam satu lahan tapi terpisah-pisah dalam satu kawasan. Untuk lahan tidak menjadi masalah.

 

Satu syarat lagi soal pelabuhan, Kabupaten Dompu juga memenuhi syarat untuk pelaksanaan program ini. “Kami menjadi demplot (percontohan) dan semua pihak di Dompu siap menyukseskan kerjasama ini,” kata Arifin.

 

Ketua Umum Inkoppas Yudianto menyatakan selama ini kerjasama dengan petani, misalnya, jagung, saat harga jagung turun petani ikut merasakannya. Sementara, pakan ternak dari bahan baku jagung harganya naik.

 

“Inikan tidak fair, nanti mekanismenya hasil panen kita beli dengan harga yang ekonomis. Karena nanti ada pabrik pengolahannya,” pungkas Yudianto.

45