Home Ekonomi BEI Jateng II Bocorkan Cara Juru Parkir dan Pedagang Kaki Lima Jadi Investor

BEI Jateng II Bocorkan Cara Juru Parkir dan Pedagang Kaki Lima Jadi Investor

Solo, Gatra.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan sosialisasi pada para investor baru. Belakangan, juru parkir, pedagang pasar, hingga pedagang kaki lima (PKL) menjadi salah satu investor yang bergabung.

 

Hal ini disampaikan oleh Kepala BEI Wilayah Jawa Tengah II M Wira Adibrata pada Sabtu (12/8). Ia menjelaskan bahwa pasar modal terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat. Sehingga semua memiliki hak yang sama untuk memanfaatkan industri pasar modal.

 

”Semua bisa memanfaatkan industri pasar modal untuk menjadikan lebih sejahtera,” katanya.

 

Saat ini sosialisasi terkait pasar modal sudah dilakukan secara merata. Meski masih didominasi oleh pengusaha dan mahasiswa, namun kali ini investor baru dari bidang lain juga sudah mulai bergabung. Seperti halnya dari ASN, juru parkir, satpam hingga pedagang pasar.

 

”Jadi mereka konsepnya saham untuk simpanan. Menabung tiap hari, uangnya disisihkan dan kemudian dibelikan saham,” katanya.

 

Tidak hanya dari kalangan menengah ke atas saja, namun dari masyarakat ekonomi bawah juga mulai tertarik. ”Kami punya investor baru namanya Ahyar. Dia seorang pedagang sotong, dia tertarik membeli saham karena tertarik dengan keuntungannya. Dia juga mau terus belajar dari membaca berita, sehingga lebih banyak informasi yang didapat,” katanya.

 

Saat ini di Solo Raya, jumlah investor sudah mencapai 226.752 orang. Angka ini mengalami kenaikan signifikan dibanding pada bulan Desember tahun 2022 lalu yang masih 208.666 investor.

 

”Dari Desember sampai bulan Juli kenaikannya mencapai 18.086 investor. Rata-rata tiap bulan bertambah dua ribuan investor. Kami targetkan di akhir tahun kenaikannya mencapai 30 ribuan,” katanya.

 

Sementara secara nasional minat untuk berinvestasi juga terus meningkat. Hingga 9 Agustus 2023 ada peningkatan sebanyak 1,15 juta investor di tahun ini. Sehingga saat ini sudah ada 11,47 juta investor, baik dari investor saham, obligasi hingga Reksadana.

 

26