Home Hukum Kuasa Hukum Kamaruddin Ancam Akan Nginap Bila Kliennya Ditahan

Kuasa Hukum Kamaruddin Ancam Akan Nginap Bila Kliennya Ditahan

Jakarta, Gatra.com - Tim kuasa hukum tersangka kasus pencemaran nama baik, Kamaruddin Simanjuntak, meminta kliennya tidak langsung ditahan usai diperiksa setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Kuasa hukum Kamaruddin, Martin Lukas Simanjuntak pun mengancam akan menginap di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, apabila kliennya langsung ditahan.

"Kita minta setelah diperiksa Pak Kamaruddin akan keluar kembali tidak ditahan," ujar Martin kepada wartawan di Lobi Bareskrim, Jakarta, Senin (14/8).

Martin berpandangan penahanan terhadap kliennya dianggap sebagai pelecehan terhadap profesi advokat. Apalagi, menurutnya, Kamaruddin mengatakan pernyataan yang dinilai mencemarkan nama baik dalam kapasitas sebagai pengacara bukan individu.

Oleh karena itu, Martin mengklaim puluhan pengacara dari tim kuasa hukum Kamaruddin akan ikut menginap di Bareskrim jika Kamaruddin tetap ditahan usai pemeriksaan.

"Kalau sampai ditahan menurut kami ini ada pelecehan bagi profesi kami yang menjalani tanggungjawab secara baik, kita akan menginap di sini kalau sampai ditahan, tahan kami juga," ujar Martin.

Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menjelaskan penetapan tersangka terhadap Kamaruddin diputuskan melalui gelar perkara pada awal Juli lalu. Melalui gelar perkara itu, Kamaruddin disangka terkait pasal pencemaran nama baik dan pemberitaan bohong.

"Gelar perkara sudah di lakukan awal juli yg lalu pelapornya Dirut Taspen perkaranya pencemaran nama baik dan berita bohong," ucap Ramadhan.

Adapun laporan terhadap Kamaruddin terdaftar dengan nomor LP/B/1966/IX/SPKT/Polres Metropolitan Jakpus/Polda Metro Jaya pada 5 September 2022. Laporan ini buntut dari potongan videonya yang beredar di media sosial. Di video itu, Kamaruddin menyebut soal wanita simpanan dan adanya dana Rp 300 triliun yang dipersiapkan Dirut Taspen untuk modal kampanye seorang capres pada Pilpres 2024.

Kamaruddin juga pernah diperiksa sebagai terlapor oleh Dittipidsiber Bareskrim pada Kamis (5/1). Saat itu, Kamaruddin menjelaskan bahwa pernyataan di video disampaikannya ketika sedang menjadi advokat dari Rina Lauwy yang merupakan istri dari Dirut Taspen.

Bahkan, Kamaruddin juga membawa sejumlah barang bukti untuk menguatkan pernyataannya itu. Salah satu barang bukti yang dibawa adalah hard disk yang berisi ribuan video asusila yang diduga dilakukan oleh Dirut Taspen dan sejumlah wanita yang bukan istrinya.

Menurut Kamaruddin, perihal dugaan tindakan asuslia itu juga telah dilaporkan melalui surat ke Presiden RI, Wakil Presiden RI, Menko Polhukam, Komisi III, serta Kapolri dan Wakapolri. Dalam surat, kata Kamaruddin, ada kurang lebih 6.000 video porno di dalam handphone atau komputer Dirut Taspen.

“Nah ini kita sudah pindah ke hard disk. Ini semuanya isinya video porno, di mana Dirut Taspen ini sebagai pelaku dan wanita-wanita istri lain sebagai turut pelaku. Karena dipanggil oleh Siber Polri hari ini kita resmi serahkan, tadinya ini saya saja yang pegang,” kata Kamaruddin di Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Kamis (5/1).

Dia juga membawa dan menyerahkan bukti transfer bukti percakapan dari Dirut Taspen ke sejumlah wanita yang bukan istrinya.

“Kemudian saya juga bawa 1 koper bukti berisi transaksi keuangan, di mana dirut mentransfer uangnya sampai Rp 200 juta per hari kepada wanita-wanita lain dan keluarganya yang bukan muhrim,” tuturnya.

106