Home Pendidikan Perlu Gotong Royong Untuk Transformasikan Pendidikan Indonesia

Perlu Gotong Royong Untuk Transformasikan Pendidikan Indonesia

Jakarta, Gatra.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, memimpin pelaksanaan upacara Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia. Saat memimpin upacara, Nadiem mengenakan busana adat Jawa Timur. Busana ini terdiri dari kemeja kerah tinggi dan beskap terbuka inspirasi tampilan klasik Jawa masa lalu. Dengan ikat kepala yang terinspirasi dari ikat kepala Jawa Timuran dari batik tulis Pasuruan.

Dalam pidatonya, Nadiem menggarisbawahi berbagai kolaborasi yang telah hadir sebagai upaya mentransformasi perjalanan dunia pendidikan di Indonesia. Semua upaya yang dilakukan, juga merupakan sumbangsih dari gerakan yang dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Dari para pendahulu bangsa kita belajar bahwa kemerdekaan adalah sesuatu yang harus diperjuangkan secara bergotong royong,” ujar Nadiem saat Upacara Kemerdekaan ke-78 RI di Kantor Kemendikbudristek, Kamis (17/8).

Nadiem menyebutkan, Implementasi Kurikulum Merdeka menjadi salah satu terobosan yang memberi warna pada perjalanan sistem pendidikan. Dia mengatakan bahwa kini guru dan siswa di lebih dari 250 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia telah merasakan keleluasaan dalam belajar mengajar.

“Gotong royong semua pihak, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, warga satuan pendidikan, sampai keluarga menjadi kunci dari penghapusan segala bentuk kekerasan pada ekosistem pendidikan,” jelasnya.

Pada sisi pendidik, Kemendikbudristek terus membuktikan komitmennya meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru. Program seleksi guru Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK) juga terus dilakukan dengan melibatkan kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

“Berkat gotong royong ini, kita berhasil mencetak rekor dengan merekrut 544 ribu guru ASN PPPK dan jumlah ini akan terus meningkat sampai mencapai target satu juta guru yang diangkat sebagai ASN PPPK,” ujar Nadiem menandaskan.

19