Home Ekonomi HIMKI Gelar Munas Ketiga, Kinerja Ekspor Industri Mebel Diharapkan Membaik

HIMKI Gelar Munas Ketiga, Kinerja Ekspor Industri Mebel Diharapkan Membaik

Jakarta, Gatra.com - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) pada 29-31 Agustus 2023 di Hotel Holiday Inn Jakarta. Acara yang diselenggarakan tiga tahun sekali ini merupakan yang ketiga kalinya sejak HIMKI didirikan pada tahun 2016 lalu.

Ketua Presidium HIMKI, Abdul Sobur mengatakan bahwa penyelenggaraan Munas di Holiday Inn Jakarta menjadi pengingat bahwa di tempat inilah HIMKI lahir. Pasalnya, HIMKI merupakan hasil peleburan dari dua organisasi industri mebel dan kerajinan, AMKRI dan Asmindo.

“Peleburan ini terwujud atas keinginan kuat dari Presiden RI Joko Widodo untuk menyatukan kedua asosiasi agar menjadi wadah tunggal yang kuat, besar dan dapat menjadi partner pemerintah yang kritis untuk mendorong daya saing produk mebel dan kerajinan di pasar dalam negeri dan luar negeri,” katanya di Jakarta, Rabu (30/8).

Abdul Sobur mengakui bahwa saat ini perkonomian dunia belum pulih akibat kondisi geopolitik. Meski begitu, permintaan terhadap produk mebel dan kerajinan masih terus tumbuh dengan Cina sebagai pemasok utama dan menjadi eksportir terbesar produk mebel dunia.

Di Indonesia sendiri, lanjutnya, kinerja ekspor mebel dan kerajinan mengalami penurunan sekitar 6% pada kuartal pertama tahun 2023 ini. Ia berharap, Indonesia International Furniture Expo (IFEX) yang digelar pada Maret 2023 kemarin bisa menahan penurunan kinerja ekspor itu.

“Dengan demikian, sebenarnya peluang pasar global terhadap produk mebel dan kerajinan masih terbuka yang disebabkan oleh maraknya pembangunan yang diproyeksikan akan menciptakan permintaan yang cukup besar akan produk mebel dan kerajinan nasional,” jelas Abdul Sobur.

Menurutnya, Amerika Serikat dan Eropa hingga saat ini masih menjadi pasar terbesar produk mebel dan kerajinan nasional. Sayangnya, kedua pasar ini sedang mengalami inflasi sangat besar yang berdampak pada penurunan permintaan.

“Untuk mengantisipasi jika situasi semakin memburuk, kita harus memanfaatkan dan mengoptimalisasi emerging market, seperti Timur Tengah, India dan pasar Asia lainnya,” ujar Abdul Sobur.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmitha menegaskan bahwa HIMKI terus bersinergi dengan pemerintah dan asosiasi lainnya dalam pencapaian target nilai ekspor dan upaya memenuhi kebutuhan dalam negeri atas produk furnitur dan kerajinan.

Ia menyebutkan, sektor industri agro memainkan peranan penting dalam perekonomian nasional. Pada tahun 2022 sektor ini berkontribusi sebesar 50,3% terhadap PDB non migas. Industri furnitur sebagai salah satu sub sektor industri agro memberikan kontribusi sebesar 1,3% dengan nilai kinerja mencapai US$2,5 miliar. Sedangkan pada tahun 2023 hingga Juni, nilai ekspor furnitur dan kerajinan mencapai US$1,1 miliar.

Berdasarkan data Fortune Business Insights, nilai pasar furnitur global tahun 2022 tercatat sebesar US$517 miliar. Di mana sekitar 50% di antaranya merupakan pasar Asia Pasifik senilai US$247 miliar. Pada tahun 2023 diharapkan nilai pasar furnitur global dapat meningkat menjadi sekitar US$541 miliar. Berdasarkan jenis bahan baku, sebesar 63% pasar furnitur masih didominasi oleh furnitur berbahan baku kayu.

“Sehubungan belum membaiknya pasar ekspor tradisional terdampak resesi ekonomi global, maka upaya pengalihan ke pasar domestik dan perluasan tujuan ekspor ke pasar non-tradisional semestinya terus kita lakukan,” kata Agus dalam sambutannya.

Selain terus meningkatkan pasar ekspor, pelaku industri furnitur juga diharapkan tidak meninggalkan pasar dalam negeri. Dengan inovasi-inovasi produksi yang lebih efisien maka konsumen dalam negeri juga akan dapat menikmati produk furnitur berkualitas karya anak bangsa.

“Semakin tingginya environmental awareness dari konsumen furnitur diharapkan dapat memacu pelaku industri untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan dalam produksi. Sehingga bisa lebih efisien, bersumber dari bahan baku lestari, ramah lingkungan, penerapan circular economy, berperan dalam penurunan emisi gas rumah kaca, namun tetap dapat menghasilkan produk berbasis eco-design,” ucapnya.

82