Home Hukum Saksi di Sidang Haris-Fatia Beberkan Ada Aparat yang Terlibat Tambang di Papua

Saksi di Sidang Haris-Fatia Beberkan Ada Aparat yang Terlibat Tambang di Papua

Jakarta, Gatra.com - Peneliti dari Trend Asia, Ahmad Ashov Birry yang merupakan salah satu periset cepat "Ekonomi-Politik Penempatan Militer di Papua: Kasus Intan Jaya" membeberkan nama-nama aparat penegak hukum yakni personel TNI-Polri, baik purnawirawan atau masih aktif, yang terlibat dalam konsesi pertambangan di Papua. Ia menjelaskan, ada empat area konsesi yang berdasarkan jarak dekat dengan pos-pos TNI-Polri.

Hal itu Ashov ungkapkan saat ia dihadirkan dalam ruang sidang utama di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jakpus) sebagai saksi meringankan untuk terdakwa Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti.

"Empat itu kami temukan di PT Madinah Quarrata'ain, pertambangan emas. Kemudian, Kotabara Mitratama, juga pertambangan emas, Kemudian ada, Nusapati Satria, juga emas. Kemudian, PT Freeport Indonesia atau PT ANTAM yang merupakan anak perusahaan dari MIND ID," ucap Ahmad Ashov Birry dalam persidangan di PN Jaktim, Senin (4/9).

Ashov menjelaskan, kepemilikan yang dimaksud bisa diartikan juga sebagai pemilik saham. Kemudian, ia pun menjabarkan hasil penelusuran yang telah dilakukan para periset.

"Di PT Freeport Indonesia sendiri, kami temukan ada purnawirawan TNI Hinsa Siburian yang sebelum menjabat itu, beliau menjabat Pangdam Cenderawasih," kata Ashov.

Para periset juga menemukan nama Purnawirawan TNI, Agus Surya Bakti dan Komjen aktif, Bambang Sunarwibowo yang saat ini menjabat sebagai sekretaris Badan Intelijen Negara (BIN), dalam kepengurusan PT ANTAM.

"Di MIND ID, kami menemukan lewat website resminya mereka, jadi terbuka. Ada purnawirawan TNI Doni Monardo sebagai komisaris utama. Kemudian ada juga Munir yang aktif di BIN," jelas Ashov.

Temuan terakhir ada di PT Madinah Quarrata'ain, anak perusahaan West Wits Mining yang kantornya di Australia. Namun, perwira TNI-Polri tidak terlibat langsung dalam perusahaan ini melainkan melalui hubungan kerja sama dengan PT Tobacom Del Mandiri yang induk perusahaan adalah PT Toba Sejahtera.

"PT Toba Sejahtera ini pemilik saham mayoritasnya adalah Luhut Binsar Pandjaitan, 99 persen lebih," ucap Ashov lagi.

81