Home Internasional Menlu Retno: Myanmar Masih jadi PR ASEAN, RI Terus Dorong Five-Point Consensus

Menlu Retno: Myanmar Masih jadi PR ASEAN, RI Terus Dorong Five-Point Consensus

Jakarta, Gatra.com – Hari ini adalah hari terakhir sebelum pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN yang berlangsung mulai besok, Selasa (5/9) sampai Kamis (7/9) di Jakarta. Sepanjang hari ini berlangsung pertemuan para Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Foreign Minister’s Meeting/AFM), 27th ASEAN Political-Security Community (APSC) Council Meeting, dan 34th ASEAN Coordinating Council.

“Hanya ada satu hal yang harus kita lakukan untuk memastikan KTT ini memberikan hasil yang diharapkan. Dimana kita semua menyadari banyaknya keadaan sulit di kawasan ini. Namun kita tidak bisa membiarkan hal tersebut mempengaruhi kerja keras kita di KTT,” ujar Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi dalam pembukaan AFM di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Senin (4/9).

Tantangan besar itu adalah Myanmar. Negara yang masih terbelah antara kekuatan junta dan transisi pemerintahan demokrasi usai militer sukses merebut kekuasaan dalam kudeta Februari 2021 yang dipimpin oleh Jenderal Senior, Min Aung Hlaing.

“Masih ada beberapa pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan, termasuk situasi di Myanmar,” ujar Retno.

“Keketuaan Indonesia telah bekerja keras untuk mendorong solusi ASEAN yang bersatu. ASEAN hanya bisa maju dengan kekuatan penuh jika kita bisa memastikan solusi damai dan langgeng di Myanmar,” tambahnya.

Sejalan dengan pernyataan para kepala negara sebelumnya, Indonesia terus melakukan tinjauan komprehensif terhadap penerapan Five-Point Consensus (5PC) dan menyiapkan rekomendasi untuk pertimbangan para pemimpin negara.

5PC terdri dari: menyerukan penghentian kekerasan, dialog dengan semua pemangku kepentingan, menunjuk utusan khusus untuk memfasilitasi mediasi dan dialog, mengizinkan ASEAN untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga Myanmar, serta mengizinkan utusan khusus ASEAN untuk mengunjungi dan bertemu dengan pemangku kepentingan di Myanmar.

“Mata masyarakat tertuju pada kita untuk membuktikan bahwa ASEAN masih penting dan dapat berkontribusi terhadap perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan,” imbuh Retno.

Selama sembilan bulan terakhir, Indonesia telah bekerja keras untuk mencapai kemajuan dalam upaya pembangunan komunitas ASEAN. RI juga telah mempersiapkan landasan yang kuat menuju Visi Komunitas ASEAN 2045 dalam ASEAN Concord IV.

“Kami terus memimpin dalam membentuk dinamika regional dan memastikan kawasan Indo-Pasifik yang damai dan inklusif,” ujarnya.

109