Home Hukum Kasus Penganiayaan Bacaleg DPRD Lombok Barat, Polisi Segera Tetapkan Tersangka

Kasus Penganiayaan Bacaleg DPRD Lombok Barat, Polisi Segera Tetapkan Tersangka

Mataram, Gatra.com - Ada kabar terbaru kasus pengeroyokan berat yang menimpa salah seorang Bacaleg asal Sekotong, Lombok Barat inisial S (50). Polda NTB dalam hal ini penyidik pada Reskrimum akan segera menetapkan tersangkanya.

 

“Ada peluang tiga orang calon tersangka dan segera akan kami proses segera,” demikian Dirreskrimum Polda NTB Kombespol Teddy Restiawan di Mataram, Rabu (6/9).

Menurutnya, pihaknya telah memeriksa 20 orang dalam kasus penganiayaan berat yang terjadi di Sekotong Tengah Minggu (16/7) lalu. Selain itu Reskrim Polres Lobar juga telah menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya pakaian korban yang terkena darah, flashdisk berisi rekaman video penganiayaan serta beberapa barang bukti lainnya.

Selain pelaku pengeroyokan, kemungkinan pihak yang memprovokasi warga juga bakal ikut ditetapkan menjadi tersangkat.

“Kami tetapkan persangkaan Pasal 160 KUHP terkait penghasutan. Apabila sudah klir, kami akan sampaikan ke rekan-rekan media,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain kasus penganiayaan, penyidik Ditreskrimum Polda NTB juga akan menetapkan tersangka terkait laporan dugaan asusila yang dialami anak korban penganiayaan. Calon tersangkanya bukan ayah korban, seperti informasi yang beredar selama ini.

“Dugaan pelakunya anak yang berkonflik dengan hukum. Itu hasil penyidikan. Pada laporan awal, diakui memang anak korban berinisial P melaporkan dugaan asusila yang diduga dilakukan oleh orang tuanya terhadap saudaranya. Namun setelah dilakukan penyidikan, didapatkan fakta pelakunya bukanlah orang tua korban,” ujarnya.

Kabidhumas Polda NTB Kombespol Arman Asmara Syarifuddin m,enambahkan, laporan kasus pengeroyokan warga Sekotong yang juga Bacaleg DPRD Lombok Barat itu S masuk 16 Juli 2023 lalu. “Ini juga berkaitan dengan laporan dugaan asusila. Sehingga pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah saksi, pelapor, dan pemeriksaan psikologis tehadap korban,” teran Arman.

Arman menambahkan, penyelidikan sudah dilakukan. Dalam waktu dekat akan dilakukan gelar perkara sebelum waktunya penetapan tersangka.

254
NTB