Home Hukum Begini Tangkapan CCTV Dekat Kamar Ajudan Kapolda Kaltara yang Tewas

Begini Tangkapan CCTV Dekat Kamar Ajudan Kapolda Kaltara yang Tewas

Jakarta, Gatra.com- Hasil penyelidikan tim asistensi Bareskrim mengungkapkan bahwa tidak ada orang yang keluar-masuk kamar tempat tewasnya ajudan Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) Irjen Daniel Adityajaya, yakni Brigadir Setyo Herlambang.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyebut hal ini terungkap berdasarkan pantauan dari rekaman CCTV yang ada di tempat kejadian perkara (TKP).

"Informasi yang disampaikan oleh penyidik hasil penyelidikan dan juga analisa CCTV sebelum kejadian sampai terjadinya peristiwa tersebut tidak ada orang lain yang masuk ke dalam kamar tersebut," kata Ramadhan dikutip, Rabu (4/10).

Menurut Ramadhan, CCTV yang diperiksa yakni terletak di depan pintu masuk menuju kamar dan di bagian samping yang menghadap jendela.

Diketahui, Brigadir Setyo ditemukan tewas di dalam kamarnya, yang ada di rumah dinas Kapolda Kaltara pada Jumat (22/9) lalu sekitar pukul 13.00 Wita. Di sebelahnya ditemukan senjata api milik korban.

Selain itu, tim asistensi Bareskrim juga melakukan tes sidik jari dan DNA. Ramadhan menyebut hal ini sedang didalami serta hasilnya membutuhkan waktu 10-14 hari ke depan.

"DNA itu diambil di bagian magasin, kemudian senpi yang ada di TKP di mana sedang dalam proses, hasil DNA tersebut untuk menguatkan dengan sidik jari yang ada di TKP nanti," ucap dia.

Sebelumnya, dugaan sementara tewasnya Brigadir Setyo karena kelalaian saat membersihkan senjata api jenis HS-9.

Namun, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga telah meminta jajarannya mengusut kematian Brigadir Setyo Herlambang dengan mengunakan scientific crime investigation (SCI) atau investigasi kejahatan berbasis ilmiah.

Kapolri menilai, kesimpulan yang diperoleh dari investigasi ilmiah ini dapat menjelaskan secara lebih kongkret perihal penyebab kematian ajudan Kapolda Kaltara itu.

“Manfaatkan SCI yang kita miliki, sehingga kemudian hasil akhirnya betul-betul bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah,” kata Kapolri.

Oleh karena itu, Polri menurunkan tim asistensi dari Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri dan Bareskrim Polri.

134

KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR