Home Regional BEM Se-Sulawesi Desak Penanganan Serius Masalah Tambang di Pohuwato

BEM Se-Sulawesi Desak Penanganan Serius Masalah Tambang di Pohuwato

Gorontalo, Gatra.com - Kondisi konflik tambang di Kabupaten Pohuwato memerlukan penanganan yang serius. Pembakaran Kantor Bupati dan Perusakan Kantor DPRD Pohuwato menandakan masalah ini sangat genting dan perlu sesegera mungkin untuk diselesaikan.

Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sulawesi, Aldy Ibura mengatakan bahwa insiden Pohuwato tak sebatas merugikan pihak penambang. Melainkan seluruh masyarakat Pohuwato dan sekitarnya turut merasakan dampaknya.

"Pasalnya, masalah ini berkaitan dengan terganggunya perputaran ekonomi, dan juga jalannya roda pemerintahan,” ujar Aldy dalam keterangannya, Kamis (5/10).

Lebih lanjut, Aldy turut menyinggung puluhan orang yang masih ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka atas insiden tersebut.

“Lebih parahnya lagi, beredar di postingan media sosial ada masyarakat ditahan kemudian ada yang sudah dibebaskan dengan kondisi kepala diperban dan dilarikan ke RSUD Bumi Panua (Pohuwato) lantas siapa yang bertanggung jawab dengan hal ini?” tegasnya.

Di kondisi yang sangat rumit ini, Aldy memandang perlunya seluruh pihak mencarikan solusi untuk permasalahan di Pohuwato.

"Bagaimana jika penambang yang masih ingin tetap menambang apa dan bagaimana solusinya? Selanjutnya Puluhan Orang yang sementara ditahan di Polres Pohuwato dan Polda Gorontalo. Bagaimana nasibnya?" tuturnya.

Menurut Aldy, seluruh pihak harus menghindari hal-hal yang berada di luar konteks penyelesaian masalah penambang di Pohuwato. Terlebih memasuki momen pemilu, masalah Pohuwato dapat dipakai oleh sekelompok pihak untuk menggiring opini demi kepentingan politik semata dan jauh dari esensi menyelesaikan masalah.

"Saya melihat beberapa pemberitaan akhir-akhir ini jauh dari konteks penyelesaian masalah, saling menyinggung person, di mana dalam video beredar dengan template tulisan 'RG (Rachmat Gobel) Tidak Peduli dengan nasib penambang Pohuwato jangan salah pilih',” sebutnya.

“Apakah lazim, kekhilafan kecil kemudian digoreng-goreng tanpa melihat seberapa banyak Rachmat Gobel berbuat baik untuk daerah Gorontalo?” tambahnya.

Kendati demikian, Aldy tetap mengajak perwakilan masyarakat Gorontalo yang ada di DPR-RI yakni Elnino Mohi, Rachmat Gobel dan Idah Syahidah untuk bersuara dan memperjuangkan masalah Pohuwato. Di samping itu, Aldy turut meminta anggota DPD-RI yang mewakili suara dari Gorontalo seperti Rahmijati Jahja, Dewi Sartika Hemeto, Fadel Muhammad dan Abdurrahman Bahmid tidak tinggal diam dengan masalah yang menimpa kabupaten Pohuwato.

"Karena pemerintah daerah Kabupaten Pohuwato Bupati dan Ketua DPRD serta Pemerintah Provinsi sudah berupaya sebisa mungkin menyelesaikan masalah ini dengan datang ke Senayan tetapi belum menemukan titik terang, saya berharap upaya ini menjadi gayung bersambut oleh senator-senator kami," kata Aldy.

"Saat ini Rakyat Gorontalo khususnya di Kabupaten Pohuwato membutuhkan suara kalian," tegasnya.

139