Home Ekonomi BPDLH jadikan Desa Bandung Pilot Project Membangun Ekonomi Kerakyatan melalui BUMDes

BPDLH jadikan Desa Bandung Pilot Project Membangun Ekonomi Kerakyatan melalui BUMDes

Pandeglang, Gatra.com - Di tengah semangat kolaborasi dan inklusifitas, Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) akan menjadikan Desa Bandung di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten sebagai proyek percontohan untuk membangun ekonomi kerakyatan.

Fokusnya adalah mengembangkan potensi lokal melalui pemanfaatan sumber daya alam, dengan peningkatan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).

Pada tanggal 11 Oktober 2023, sebuah kegiatan berjudul "Sosialisasi Fasilitas Dana Bergulir dalam Rangka Ekonomi Inklusif di Desa Bandung" diadakan di Balai Desa Bandung. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak yang memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi kerakyatan di desa ini.

Eko Prasondita, yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Divisi Penyaluran Pinjaman di Direktorat Penyaluran Dana BPDLH, memulai pemaparan dengan mengungkapkan tujuan dari kehadiran mereka di Desa Bandung. BPDLH hadir untuk memberikan informasi tentang program fasilitas pinjaman dana bergulir kepada masyarakat yang berkontribusi dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup, khususnya potensi hutan pandan duri yang dimiliki oleh Desa Bandung.

Eko menekankan, untuk membangun ekonomi inklusif di Desa Bandung, kolaborasi antara berbagai pihak sangat diperlukan. BPDLH telah bekerja sama dengan Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes) dalam upaya untuk meningkatkan peran BUMDes.

BUMDes Warga Dekat Desa Bandung yang berfokus pada pengolahan daun pandan menjadi kerajinan tangan memiliki potensi pasar yang baik, baik di tingkat lokal maupun internasional.

BPDLH siap mendukung usaha menengah kecil yang dikelola oleh BUMDesa. Salah satu harapan utama adalah meningkatkan literasi keuangan di BUMDesa agar mereka menjadi lebih akuntabel, sehingga lebih mudah mendapatkan Fasilitas Dana Bergulir (FDB).

Di sisi lain, kolaborasi dengan PKN STAN dan Kemendesa PDTT diharapkan akan menciptakan sinergi yang kuat dalam membangun ekonomi inklusif di tingkat desa.

Wahyu Kusnadiharja, Kepala Desa Bandung, menjelaskan pentingnya pengelolaan Dana Bergulir BPDLH. Salah satu harapannya adalah bahwa dana bergulir BPDLH dapat digunakan untuk menanam kembali lahan yang dulu digunakan untuk tanaman pandan duri. Saat ini, hanya tersisa 16 hektar dari lahan pandan duri yang pada awalnya mencapai 80 hektar pada tahun 1980.

Tanaman pandan duri memiliki nilai penting bagi lingkungan Desa Bandung, karena mampu mengurangi polusi dua hingga lima kali lipat lebih efektif daripada hutan biasa. Selain manfaat lingkungan, daun pandan duri juga dapat meningkatkan pasokan bahan baku untuk kerajinan anyaman pandan, yang akan berdampak positif pada pendapatan rumah tangga pengrajin.

Desa Bandung, bekerja sama dengan BPDLH, Kemendes PDTT, UNDP, dan PKN STAN, berupaya mengembangkan usaha kerajinan anyaman pandan dan akan memanfaatkan fasilitas dana bergulir BPDLH.

Kepala Desa Bandung, Wahyu Kusnadiharja, menyampaikan bahwa desa ini memiliki banyak potensi yang perlu dikembangkan bersama dengan berbagai pihak, termasuk BPDLH, UNDP, Kemendesa PDTT, dan PKN STAN.

Potensi-potensi tersebut mencakup produk-produk lokal seperti Kopi Puhu dan potensi wisata agro di Bukit Sinyonya. Semua ini terkait erat dengan optimalisasi lingkungan dan pelestarian alam.

Wahyu Kusnadiharja berharap bahwa kolaborasi ini akan menjadikan Desa Bandung sebagai model desa yang mampu mengelola lingkungan dan hutan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

Pada kegiatan tersebut, perwakilan dari Kemendesa PDTT, Arif, menekankan pentingnya BUMDesa yang berfokus pada pelestarian lingkungan hidup. Kemendesa PDTT sedang mengembangkan Green BUMDesa, dan kegiatan ini merupakan langkah konkret menuju BUMDesa yang mendukung pelestarian lingkungan, terutama hutan rakyat pandan duri di Desa Bandung.

Perwakilan dari PKN STAN, Yuniarto H, menyatakan komitmen mereka untuk mendampingi BUMDes Warga Dekat dan kelompok tani dalam hal literasi keuangan yang baik. Mereka juga akan mendampingi desa Bandung dalam implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) yang terkait dengan pelestarian lingkungan hidup, terutama hutan pandan duri.

Melalui kanal daring, ada Ketua SDGs Desa Center PKN STAN. Pada paparanya menyatakan bahwa PKN STAN sekali lagi terus berkomitmen secara berkelanjutan untuk bekerjasama dengan BPDLH, Kemendesa PDTT, UNDP dan Desa Bandung untuk mendampingi terkait dengan Penyusunan Laporan Keuangan agar bisa audited KAP. Selain itu ada Tim dosen PKN STAN yang akan mendampingi literasi keuangan kepada para pengrajin pandan duri.

Disampaikan juga bahwa PKN STAN juga mendampingi desa Bandung untuk bisa mengimplementasikan SDGs Desa yang salah satu goalnya adalah untuk pelestatian lingkungan hidup dalam hal ini adalah lingkungan hidup darat yaitu hutan pandan duri.

“Ibu-Ibu saya sampaikan disini bahwa dana bergulir ini bukan bantuan cuma-cuma, namun ini adalah dana bergulir, harus digulirkan biar semua merasakan. Dana ini dana dari pemerintah, dari rakyat Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia dengan digulirkan. Maka harus dikelola dengan baik, dikembalikan dan digulirkan. Siap ya ibu-ibu ?” tanyanya.

Perwakilan dari UNDP Indonesia menyoroti program bantuan mereka untuk meningkatkan kualitas dan pemasaran produk-produk desa Bandung, terutama produk hasil dari pengelolaan hutan desa yang berdampak pada pelestarian lingkungan hidup.

Di sudut ruangan, Rodhiyah sebagai warga desa Bandung yang selama ini menggeluti anyaman pandan duri, dengan semangat dan nampak bahagia mengatakan dirinya sangatr senang dengan apa yang dirasakan kolega semasa petani di kampungnya.

“Kita akan diberikan pinjaman untuk mengembangkan usaha, terus yang membuat saya terharu adalah akan ada lagi penanaman hutan pandan lagi disini, dan juga pohon-pohon lain agar desa ini tambah hijau seperti dulu waktu saya masih kecil,” ujarnya.

169