Home Hukum Baintelkam Polri Terbitkan SKCK untuk Erick Thohir

Baintelkam Polri Terbitkan SKCK untuk Erick Thohir

Jakarta, Gatra.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengajukan penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) ke Baintelkam Polri.

Karo Penmas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan permohonan penerbitan tersebut diajukan oleh staf dari Erick Thohir, pada Selasa (17/10) kemarin.

"Jadi saya tanyakan (Baintelkam), Stafnya yang bersangkutan yang mengajukan SKCK. (Diterbikan) kemarin," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (18/10).

Menurut Ramadhan, SKCK atas nama Erick tersebut sudah terbit dan sudah diambil oleh Staf Erick Thohir pada Selasa (16/10/2023) kemarin. Meski begitu, Ramadhan belum mengetahui tujuan Erick membuat SKCK tersebut.

"Iya sama stafnya. Tapi untuk kepentingan apa nanti saya tanyakan lagi," ujarnya.

Diketahui, SKCK diketahui merupakan surat keterangan resmi yang dikeluarkan oleh Polri sebagai bukti bahwa orang yang bersangkutan berkelakuan baik atau tidak pernah melakukan tindak kriminal. KPU menjadikan SKCK sebagai salah satu persyaratan yang harus dilengkapi oleh peserta pemilu, baik bakal caleg maupun bakal capres-cawapres.

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden dijadwalkan dimulai pada 19 Oktober sampai dengan 25 November 2023.

Sebelumnya Polri telah mengeluarkan empat SKCK untuk kepentingan pendaftaran Capres-Cawapres dalam Pilpres 2024 mendatang. Keempat SKCK itu milik Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Muhaimin Iskandar.

"(SKCK terbit atas nama) Bapak Ganjar Pranowo, Bapak Prabowo, Bapak Muhaimin, Bapak Anies Baswedan," Ramadhan saat dihubungi, Senin (25/9) lalu.

Adapun tiga dari empat nama yang mendapat SKCK merupakan bacapres yang digadang akan maju pilpres tahun depan. Ketiga nama itu adalah Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto. Sedangkan satu nama yakni Cak Imin adalah bacawpres dari Anies Baswedan.

Anies dan Cak Imin adalah bakal capres dan bakal cawapres yang akan diusung Koalisi Perubahan. Koalisi itu terdiri dari Partai Nasdem, PKB, dan PKS.

Ganjar Pranowo merupakan bakal calon presiden yang diusung oleh PDIP, Partai Hanura, PPP, dan Perindo. Ia akan maju bersama Menko Polhukam Mahfud MD sebagai bacawapresnya.

Sementara itu, Prabowo adalah capres yang akan diusung Koalisi Indonesia Maju yang terdiri dari Partai Gerindra, PAN, Partai Golkar, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gelora, dan Partai Garuda.

97