Home Pendidikan Pendidikan Vokasi Jadi Pemantik Pengembangan Potensi Budidaya Perikanan

Pendidikan Vokasi Jadi Pemantik Pengembangan Potensi Budidaya Perikanan

Jember, Gatra.com - Upaya untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dari sektor kemaritiman terus digalakkan. Dari bidang pendidikan, sekolah vokasi pun didorong untuk mendukung produktivitas kemaritiman dari segi penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang berkompetensi.

Kebutuhan ini yang coba dijawab oleh SMK Perikanan dan Kelautan Puger. Sebagai SMK yang memperoleh dukungan lewat skema dana padanan atau Matching Fund, SMK Puger diharapkan mampu menjadi pemantik tumbuhnya minat SDM Indonesia terhadap sektor perikanan dan kelautan.

Kepala SMK Puger, Kuntjoro Basuki menyebut, keberadaan teaching factory menjadi upaya untuk memantik hal tersebut. Saat ini SMK Puger mengembangkan budidaya udang vaname berkualitas ekspor sebagai bentuk teaching factory mereka. Harapannya, lewat teaching factory ini siswa punya pengalaman secara langsung untuk mengelola tambak berskala industri.

“Dan anak-anak memang lebih bisa mengembangkan minat, kalau ada praktik langsung,” ucap kuntjoro saat ditemui di SMK Puger, Jember, Kamis (19/10).

Sementara itu, Guru Agribisnis Perikanan SMK Puger, Reza Mei Budi Dharmawan meyakini bahwa potensi budidaya hasil laut indonesia sangatlah besar. Hanya saja, kemajuan teknologi diakuinya masih menjadi tantangan ketika dibandingkan dengan budidaya di negara lain.

Belum lagi, saat ini kemauan SDM Indonesia untuk di bidang budidaya kelautan pun belum bisa dikatakan maksimal. Kebanyakan, pelaku usaha budidaya dalam negeri masih terkesan main aman. Misalnya, budidaya benih di Indonesia yang sejatinya bisa mencapai angka 300 per meternya, tak jarang hanya dimanfaatkan kurang dari setengahnya.

“Itu yang masih jadi tantangan. Karena kalau bicara kualitas air, Indonesia itu nomor satu. Sudah diakui oleh dunia. Hanya tinggal upaya menggarap potensi itu ditumbuhkan,” ujar Reza.

Beruntungnya, saat ini paham akan pentingnya mengelola hasil laut dan perikanan Indonesia mulai digaungkan. Imbasnya, banyak ahli maupun SDM Indonesia yang hendak terpanggil untuk kembali menguatkan kompetensi di bidang budidaya perikanan air payau dan laut.

Dan kabar baiknya, sambung Reza, hal tersebut juga dikuatkan dengan pembelajaran di sekolah. Hal tersebut pun yang coba ia tanamkan lewat pembelajaran di SMK Puger. Lewat Teaching Factory, ia melihat kemauan dan keuletan siswa untuk mendalami budidaya perikanan pun kian tinggi. Karena skema ini memungkinkan siswa untuk mengurusi dan bertanggung jawab langsung atas praktik budidaya yang dilakukan oleh sekolah.

“Disini tiap 2 minggu siswa bergantian mengurusi budidaya dengan didampingi alumni atau teknisi. Tanggung jawab itu, diserahkan langsung ke siswa. Ini yang berpengaruh besar terhadap minat dan kompetensi siswa,” tegas dia.

Ia pun berharap, dengan penyiapan keahlian yang dipupuk selama tiga tahun di SMK, para lulusan nantinya bisa berkontribusi baik di sektor budidaya dalam maupun luar negeri.

“Karena potensi dan kebutuhan di sektor ini besar. Baik di dalam atau luar negeri,” papar dia.

404