Home Ekonomi KTT Investasi AS-Indonesia, Perekat Hubungan, Mendekatkan Peluang

KTT Investasi AS-Indonesia, Perekat Hubungan, Mendekatkan Peluang

Jakarta, Gatra.com – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Investasi AS-Indonesia tahunan yang diselenggarakan oleh AmCham Indonesia dan U.S. Chamber of Commerce sukses digelar di Hotel Mandarin Oriental Jakarta pada Senin, 24 Oktober 2023. KTT Investasi AS-Indonesia ke-11 dengan tema “Memetakan Warisan, Menavigasi Masa Depan” itu dihadiri oleh Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat untuk Indonesia, Sung Y. Kim yang menyampaikan pidato pembukaan.

KTT Investasi AS-Indonesia ke-11 berfokus pada warisan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam kebijakan ekonomi, mencatat pembelajaran dari keberhasilan dan tantangan yang dihadapi selama masa jabatannya, serta memberikan wawasan mengenai kebijakan ekonomi masa depan menjelang Pemilihan Presiden 2024.

KTT ini mendorong pembicaraan antara perusahaan-perusahaan terkemuka AS, para menteri pemerintahan Kabinet Indonesia Maju, para pakar, perwakilan Pemerintah AS, dan kandidat capres Indonesia pada kontestasi Pemilu 2024. Acara ini dihadiri oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Luar Negeri Pahala Mansury sebagai wakil pemerintahan Indonesia. Juga tampak hadir perwakilan KADIN, yakni Shinta Widjaja Kamdani.

Sesi awal KTT Investasi AS-Indonesia ke-11 menampilkan sejumlah pembicara (keynote speaker). Di antaranya mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo; Menteri Keuangan Sri Mulyani; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno; dan Dubes Indonesia untuk AS, Rosan Roeslani. Selain para pembicara, KTT ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting seperti mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Dalam kesempatan itu, Dubes AS untuk Indonesia, Sung Y. Kim menyampaikan terima kasih kepada Chairman of Board of Governors Amcham Indonesia, Douglas E. Ramage; Executive Director US Chamber of Commerce John Goyer; dan Managing Director AmCham Indonesia, A. Lin Neuman, yang telah memberikan pelayanan ekstra kepada komunitas bisnis Amerika di Indonesia.

Dubes Sung Kim dalam Sambutan KTT Investasi AS-Indonesia (Doc. Kedubes AS)

Menurut Kim, dalam beberapa tahun terakhir, kedua negara telah mencapai banyak kemajuan. Forum KTT Investasi AS-Indonesia hadir pada saat yang tepat. “Tahun 2024 akan menandai peringatan 75 tahun hubungan diplomatik AS-Indonesia dan menjadi kesempatan untuk menyoroti pencapaian kita di masa lalu dan menantikan 75 tahun hubungan AS-Indonesia ke depan,” ujar Kim dalam keterangannya.

Menurutnya, tema “Memetakan Warisan, Menavigasi Masa Depan” sengaja dipilih untuk menunjukkan kemajuan yang telah dicapai AS-Indonesia dan menyoroti potensi yang belum dimanfaatkan yang perlu kita sadari. “Hubungan kedua negara telah mengalami pertumbuhan yang signifikan di berbagai bidang selama pemerintahan Presiden Jokowi dan selama tiga tahun masa jabatan saya sebagai Duta Besar AS,” kata Kim.

AS-Indonesia telah mengalami lonjakan peningkatan perdagangan hampir 50 persen, dan AS kini menjadi investor terbesar kelima di Indonesia. Tak hanya, Negara Paman Sam juga menjadi pasar ekspor terbesar kedua bagi Indonesia. “Indikator-indikator ini menandakan kemitraan ekonomi yang semakin mendalam. Di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, Indonesia telah melakukan reformasi legislatif yang penting melalui Omnibus Law UU Cipta Kerja dan Omnibus Law UU Kesehatan untuk menyederhanakan proses regulasi dan menarik investasi asing,” terangnya.

Kim turut memuji keberhasilan Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi yang sukses menjadi tuan rumah KTT G20 pada 2022 dan tuan rumah KTT ASEAN dan Asia Timur tahun ini. Beberapa prakarsa terpenting telah diluncurkan dalam satu tahun terakhir. Di antaranya, Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik (Indo-Pacific Economic Framework/IPEF) dan Kemitraan Transisi Energi yang Adil (Just Energy Transition Partnership/JETP) yang akan menjadi platform kolaborasi yang memiliki kemampuan untuk mentransformasi bidang ekonomi dan lingkungan.

IPEF merupakan kerangka kerja ekonomi regional pertama yang menangani prioritas-prioritas penting, seperti ketahanan rantai pasokan, fasilitasi perdagangan, dan transisi energi ramah lingkungan. “Dengan memiliki 60 persen populasi dunia, kawasan Indo-Pasifik diproyeksikan menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan global selama 30 tahun ke depan. Mitra IPEF mendambakan lingkungan perdagangan dan investasi yang lebih kuat yang akan memacu pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja, dan inovasi di seluruh wilayah Indo-Pasifik,” kata Kim.

Meski demikian, Dubes Kim menyebut banyak potensi dan peluang yang dapat diwujudkan bersama oleh kedua negara. “Kami memuji langkah Indonesia dalam melakukan reformasi peraturan yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Langkah-langkah ini tidak hanya akan menarik keahlian dan sumber daya dari sektor swasta Amerika Serikat namun juga mendorong pertumbuhan yang transparan, bersih, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

177