Home Politik Representasi Regenerasi Kepemimpinan, Prabowo–Gibran Dinilai Ideal untuk Indonesia

Representasi Regenerasi Kepemimpinan, Prabowo–Gibran Dinilai Ideal untuk Indonesia

Jakarta, Gatra.com - Pasangan bakal calon presiden (capres) Prabowo Subianto dan bakal calon wakil presiden (cawapres) Gibran Rakabuming Raka dinilai sebagai representasi regenerasi kepemimpinan Indonesia selanjutnya. Pasalnya, duet ini merupakan reperesentasi ideal antara kepemimpinan senior dan junior bangsa Indonesia.

Karenanya, Direktur Eksekutif Ethical Politics, Hasyibulloh Mulyawan menyatakan pasangan Prabowo–Gibran adalah kombinasi ideal untuk kepemimpinan Indonesia selanjutntya. Di mana saat ini mayoritas masyarakat Indonesia adalah generasi muda.

“Saya kira pasangan ini bisa jadi kolaborasi generasi yang akan menarik dan cukup ideal,” kata Direktur Eksekutif Ethical Politics, Hasyibulloh Mulyawan dalam keterangannya, Senin (30/10).

Dia menyebut dengan adanya kombinasi senior dan junior bakal menghadirkan sinergi yang bagus dalam pemerintahan. Prabowo sebagai senior akan mentransfer ilmu serta pengalaman, sementara Gibran dengan ciri khas anak muda akan dapat menghadirkan gebrakan serta inovasi dalam kepemimpinan Indonesia selanjutnya.

“Dengan kombinasi tua–muda akan terjadi sinergi bersama-sama,” ucap Mulyawan.

Selain kolaborasi antar generasi, Prabowo–Gibran juga dinilai saling melengkapi dengan kompetensi masing-masing. Prabowo dengan latar belakang militer serta birokrasi bersatu padu dengan Gibran yang berasal dari pengusaha.

Dengan adanya kombinasi tersebut, dia menyebut seluruh sektor akan dapat dipahami dengan baik oleh keduanya. Dengan begitu, Prabowo – Gibran akan mudah menyelesaikan permasalahan–permasalahan yang terjadi di berbagai sektor.

Dari segi pertahanan dan keamanan misalnya, Prabowo dapat dengan mudah mengatasi. Sebab, Prabowo selama ini berfokus terhadap peningkatan ketahanan negara sebagai Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Maju.

Semantara Gibran dapat menghadirkan inovasi dalam berbagai bidang yang meningkatkan nilai ekonomi. Kompetensi tersebut sudah dibuktikan dengan pertumbuhan ekonomi di Kota Solo mencapai 6,25 persen.

“Mereka saling melengkapi dengan latar belakang pengusaha dan militer serta birokrasi,” pungkas Mulyawan.

240