Home Regional Tokoh Pemuda Bantah Pernyataan Dewan Gereja Papua yang Tolak Bantuan Pemerintah Pusat

Tokoh Pemuda Bantah Pernyataan Dewan Gereja Papua yang Tolak Bantuan Pemerintah Pusat

Jayapura, Gatra.com - Tokoh pemuda Kristen Papua, Opinus Sogoneap, menilai kelompok perseorangan yang mengatasnamakan Dewan Gereja Papua tidak mewakili aspirasi gereja secara keseluruhan di Tanah Papua.

"Informasi dan berita yang berkembang di media sosial entah itu di Facebook, Twitter, Tiktok, Instagram hingga media online sekalipun dari oknum-oknum yang mengatasnamakan Dewan Gereja Papua itu tidak mewakili semua umat," ujar Opinus dalam keterangannya yang diterima pada Kamis (2/11).

Ia menegaskan bahwa tidak semua daerah di Tanah Papua menolak kehadiran negara. Banyak daerah tetap menerima bantuan yang sifatnya kemanusiaan dari pemerintah.

Pemuda asal gereja GKI di Tanah Papua Wilayah X atau Papua Pegunungan ini juga mengungkapkan bahwa kondisi umat gereja, khususnya baru-baru ini di Provinsi Papua Pegunungan, banyak yang memerlukan bantuan sosial dan kemanusiaan dari Pemerintah Pusat.

"Macam di Yahukimo itu, terjadi konflik, maka jemaat-jemaat banyak yang trauma keluar rumah untuk berkebun dan mencari makan. Sudah begitu, perputaran uang di Yahukimo juga tidak berjalan lancar karena hanya berpusat di Wamena dan Jayapura," ungkap pria yang juga pernah menjabat sebagai Ketua GMKI Jayapura.

"Mayoritas jemaat di Yahukimo itu berkebun. Sementara untuk membeli beras, minyak goreng dan lauk itu banyak yang susah karena masalah keuangan dan harga-harga barang yang mahal. Dalam situasi sekarang ini, jelas mereka membutuhkan bantuan dari pemerintah," tambah Opinus.

Ia mengatakan bahwa ada suara-suara dari oknum yang mengatasnamakan pemimpin gereja di Papua untuk membatasi semua niat baik pemerintah pusat dengan menyebutkan umat gereja tidak memeerlukan bantuan pemerintah. Pernyataan itu disebutnya tidak sesuai dengan situasi jemaat yang sebenarnya.

"Tanah Papua adalah bagian dari NKRI, mayoritas kami di Papua ini Kristen dan di saat-saat seperti ini kami juga butuh kehadiran dari negara, terlebih lagi di daerah-daerah konflik dimana masyarakat dan umat membutuhkan bantuan sosial kemanusiaan," tegasnya.

231